Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Catherine Russell, pada Senin (07/07) memperingatkan bahwa krisis gizi di Jalur Gaza kian memburuk, khususnya di kalangan bayi dan anak-anak, seiring dengan masih terhambatnya akses bantuan kemanusiaan.
“Ribuan bayi di Gaza kekurangan nutrisi yang layak karena akses bantuan tetap sangat terbatas,” tulis Russell melalui akun X (Twitter).
Ia menyoroti dampak menghancurkan dari serangan Israel yang terus berlanjut terhadap perempuan dan anak-anak. “Banyak ibu yang terbunuh, atau terlalu kekurangan gizi sehingga tidak dapat menyusui, meninggalkan bayi-bayi mereka dalam risiko kematian atau kerusakan kesehatan permanen,” ungkapnya.
“Setiap menit sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa mereka,” tambah Russell.
Sejak Oktober 2023, Israel terus menggempur Gaza dalam agresi yang disebut banyak pihak sebagai genosida, meskipun telah ada seruan internasional untuk gencatan senjata. Lebih dari 57.500 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, menurut laporan otoritas kesehatan setempat.
Atas kejahatan tersebut, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November lalu telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait serangannya terhadap wilayah yang terkepung tersebut.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/-thousands-of-babies-in-gaza-lack-proper-nutrition-unicef-chief/3624337
https://www.#/20250707-thousands-of-babies-in-gaza-lack-proper-nutrition-unicef-chief/







