Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (02/07) mengatakan badan tersebut telah menyelesaikan putaran baru evakuasi medis dari Gaza, memindahkan 19 pasien anak dan 39 pendamping ke Yordania, dan empat pasien lainnya dengan tujuh pendamping ke Türki, Anadolu melaporkan.
“Selama evakuasi, serangan di dekat konvoi telah merusak bus, ambulans, dan kendaraan yang mengangkut pasien, pendamping mereka, dan staf WHO,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Tidak ada cedera yang dilaporkan, tetapi insiden itu sangat menyedihkan, terutama bagi pasien dan keluarga.”
Tedros berterima kasih kepada pemerintah dan petugas kesehatan di Yordania dan Türki “atas solidaritas dan dukungan mereka yang berkelanjutan.” Dia menambahkan bahwa lebih dari 10.000 orang di Gaza masih memerlukan evakuasi medis.
“Kami menyerukan perlindungan semua pasien, staf medis, dan ambulans, dan untuk evakuasi medis yang akan dipercepat melalui semua rute yang mungkin,” katanya.
“Tidak ada bahan bakar yang memasuki Gaza selama lebih dari 120 hari,” kata kantor WHO di wilayah Palestina yang diduduki melalui cuitannya di platform X. “Ini telah melumpuhkan operasi kemanusiaan, termasuk dukungan untuk perawatan kesehatan, mendorong rumah sakit menuju keruntuhan.”
“Di tengah pengeboman tanpa henti dan lonjakan cedera, rumah sakit berjuang untuk mempertahankan bahkan layanan penyelamatan jiwa yang paling mendasar.”
WHO saat ini memiliki cadangan bahan bakar minimal di Gaza utara dan selatan, tetapi jumlahnya hampir tidak cukup untuk menjaga agar 17 rumah sakit yang masih berfungsi sebagian bisa berjalan untuk waktu yang singkat,” tambahnya. “Tanpa bahan bakar, sistem kesehatan Gaza berisiko terhenti.”
Sumber:
https://www.#/20250702-who-evacuates-23-patients-46-companions-from-gaza-amid-strikes-near-convoy/








