Pusat Pembela Tawanan Palestina menyatakan keprihatinan mendalam pada Ahad (22/06) atas laporan bahwa sejumlah tawanan Palestina dari Gaza mengalami luka akibat serpihan rudal Israel yang ditembakkan untuk mencegat serangan roket Iran di dekat Penjara Megiddo.
“Menurut sejumlah sumber, serpihan rudal menembus beberapa bagian bangunan penjara dan melukai sejumlah tawanan. Beberapa di antaranya diketahui sudah dalam kondisi sakit akibat kondisi penahanan yang sangat keras serta tidak manusiawi,” ungkap pernyataan lembaga tersebut.
Pusat tersebut mengonfirmasi bahwa otoritas Israel hingga kini masih mencegah para tawanan yang terluka untuk dirujuk ke rumah sakit dan menolak memberikan perawatan medis. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hak-hak dasar tawanan sebagaimana dijamin oleh Konvensi Jenewa dan hukum humaniter internasional.
Pihaknya menuntut pengungkapan segera identitas serta kondisi para tawanan yang terluka, dan mendesak agar perwakilan Palang Merah serta organisasi hak asasi manusia diberi akses mendesak untuk mengunjungi Penjara Megiddo dan meninjau langsung kondisi para tawanan.
Pusat Pembela Tawanan juga menyerukan investigasi internasional atas apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan berlapis,” mencakup kelalaian medis secara sengaja dan membahayakan nyawa para tawanan.
Lembaga ini menyatakan bahwa otoritas Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan para tawanan dan memperingatkan adanya pelanggaran serius yang terus berlangsung, terutama di tengah eskalasi militer yang meningkat.
Saat ini, lebih dari 10.000 tawanan Palestina berada di penjara-penjara Israel, termasuk ribuan tawanan yang berasal dari Jalur Gaza. Mereka hidup dalam kondisi penahanan yang disebut sebagai “yang terburuk” dalam beberapa dekade terakhir.








