Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Ayah dan Bunda yang dirahmati Allah,
Persoalan Palestina tidak hanya menyangkut apa yang terjadi di tanah air mereka pada hari ini. Akibat penjajahan Israel, jutaan rakyat Palestina terusir dari negaranya dan terpaksa menjadi pengungsi di berbagai negara, seperti Lebanon, Suriah dan Yordania. Kondisi pengungsi Palestina jauh dari kata sejahtera. Tidak hanya akibat status mereka sebagai pengungsi, namun juga aturan-aturan di negara tempat mereka tinggal yang menyebabkan mereka kesulitan untuk memperbaiki tingkat ekonomi.
Pengungsi Palestina di Lebanon secara khususnya, tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini terjadi akibat dari adanya larangan untuk menjadi pekerja di sektor-sektor non-formal. Dengan status mereka sebagai pengungsi dan akhirnya tidak bisa mendapatkan kewarganegaraan setempat semakin memperburuk keadaan mereka.
Jumlah total pengungsi Palestina di Lebanon saat ini diperkirakan mencapai sekitar 200.000 orang yang tersebar di 12 kamp pengungsian. Berdasarkan data dari UNRWA, sebanyak delapan dari sepuluh pengungsi Palestina di Lebanon kini hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Angka kemiskinan ini diperkirakan dapat melonjak apabila bantuan kemanusiaan untuk mereka terhenti.
Meski diterpa kondisi perekonomian yang sulit, tapi hal itu tidak menyurutkan langkah mereka, terutama anak-anak dan remajanya untuk melanjutkan pendidikan dan belajar Al Quran. Kondisi ini bagaikan cahaya harapan yang perlu kita jaga bersama.
Oleh karena itu, program HAQ (Hidupkan Ahlul Quran) yang saat ini kita gulirkan bersama, dengan total sebanyak 339 anak pengungsi Palestina di Lebanon yang menjadi penerima manfaat harus kita pastikan keberlangsungannya. Agar mereka tetap memiliki harapan, kekuatan, dan arah hidup melalui cahaya Al Quran.
Ayah dan Bunda, sebagaimana yang kita ketahui bersama, penghafal Al-Quran memiliki kedudukan yang agung dan tinggi di sisi Allah swt. Maka dari itu, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Ayah dan Bunda yang tetap mendukung dan membantu anak-anak kecil dari tanah pengungsian ini. Sehingga mereka terus melantunkan ayat suci Al Quran, merangkulnya, dan menjaganya dengan sebaik mungkin.
Di pengungsian Lebanon, anak-anak kita kini tengah memasuki akhir tahun ajaran sekolah mereka. Tak lama lagi, mereka akan menghadapi ujian akhir yang menjadi penentu kelulusan sebelum memasuki masa liburan. Dengan segala keterbatasan dan tantangan yang mereka hadapi, anak-anak ini tetap berjuang dengan sungguh-sungguh, mempersiapkan diri sebaik mungkin. Terlebih, pada saat ini, kondisi di Lebanon sedang berkecamuk akibat ikut mendapatkan serangan Israel.
Ayah dan Bunda, anak-anak asuh kita ingin membuktikan bahwa meski hidup di pengungsian dan dalam kondisi berkebatasan, mereka mampu meraih prestasi yang membanggakan — bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga untuk Ayah dan Bunda di Indonesia yang selama ini mendukung mereka dengan penuh cinta dan doa.
Berkat bantuan dari Ayah dan Bunda, serta suasana Qurani yang tercipta di lingkungan mereka, anak-anak kita memiliki semangat yang tinggi untuk terus menghafal Al Quran. Semangat tersebut membawa mereka mengalami peningkatan dalam hal kuantitas hafalan. Lingkungan yang penuh nilai keislaman ini tidak hanya membentuk karakter mereka. Hal ini dapat mengasah keterampilan, memperkuat akhlak, dan membimbing mereka untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama. Tentu saja, inilah yang menjadi tujuan besar kita melalui program Hidupkan Ahlul Quran (HAQ) — menjadikan pejuang kecil ini tumbuh sebagai generasi qurani. Apapun cita-cita mereka kelak, Al Quran akan senantiasa hidup di hati mereka.
“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah dan dukungan Ayah Bundaku di Indonesia, aku telah berhasil menghafal juz ke-4 dan ke-5 dari Al Quran. Selain itu, aku juga terus mengikuti pelajaran umum di sekolah dengan semangat. Aku berusaha belajar dengan tekun dan menjaga niat agar setiap langkah ini menjadi jalan menuju rida-Nya,” demikian ungkapan Maryam Mansur, salah satu anak pengungsi Palestina yang menerima manfaat dari program HAQ.
Tim kami di lapangan telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga semangat itu tetap menyala. Atas izin Allah, kepercayaan dan dukungan luar biasa dari Ayah dan Bunda, serta kolaborasi erat antara Adara dan tim di lapangan, anak-anak asuh Palestina tetap istiqomah dalam perjalanan mereka menghafal Al Quran.
Namun, Ayah dan Bunda, dalam perjalanannya tentu ada dinamika yang terjadi. Berdasarkan informasi dari tim kami di lapangan, terdapat empat orang anak kita yang terpaksa tidak dapat melanjutkan program ini. Bermigrasi ke wilayah lain bersama keluarga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Keempat anak tersebut adalah:
- Talia Al Taha, anak asuh dari Bapak Segal Abdul Aziz
- Rahaf Taha, anak asuh dari Ibu Ifty Andara
- Yara Khudra dan Aminah Al Jadawy, anak asuh dari Ibu Aliyah Hidayati
Kami memahami bahwa situasi di pengungsian sangat tidak menentu, dan keputusan ini diambil demi kebaikan dan keamanan mereka. Semoga Allah tetap menjaga mereka di manapun berada, dan semoga hafalan yang telah mereka capai menjadi cahaya dalam kehidupan mereka ke depan.
Sekian kabar dari kami mengenai anak-anak kita di pengungsian Lebanon. Terima kasih atas dukungan dari Ayah dan Bunda sampai detik ini. Semoga senantiasa Allah jaga niat baik Ayah dan Bunda, dan mengalirkan berkah serta pahala untuk Ayah dan Bunda sekeluarga.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Dokumentasi Kegiatan Kelas Quran Program HAQ



![Ragad Nadim Aga menerima hadiah dari program HAQ karena telah memeroleh juara pertama di sekolahnya [Dok. Penyaluran Adara 2025]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/08/L591-A-2-120x86.jpeg)
![Anak-anak di Gaza kehilangan rumah mereka dan terpaksa hidup bersama anak-anak lainnya di kamp pengungsian [Dok. UN News]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/08/1-120x86.jpg)




