Utusan Palestina untuk PBB menyampaikan permohonan emosional pada Rabu kepada Dewan Keamanan, mendesak tindakan segera untuk menghentikan genosida yang menargetkan anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Ia mengatakan bahwa hak orang-orang Palestina telah lama dirampas begitu lama; hak atas air, makanan, dan obat-obatan. Riyad Mansour menyalahkan DK PBB karena tidak bertindak. “Ini keterlaluan,” katanya. “Berapa banyak lagi (korban) yang Anda inginkan?”
Mansour menyalahkan Israel karena mencoba menciptakan ilusi yang mengizinkan bantuan masuk ke Gaza sambil memastikan bahwa “kehidupan tidak dapat benar-benar dipertahankan di Gaza.” “Jika Israel memang menginginkan bantuan mencapai Gaza, caranya adalah dengan membuka penyeberangan dan memungkinkan bantuan kemanusiaan untuk segera masuk dan sepenuhnya berkoordinasi dengan PBB, termasuk UNRWA (badan PBB untuk pengungsi Palestina),” katanya.
Dengan alasan bahwa Israel ingin menggantikan warga Palestina (pembersihan etnis-red.), Mansour mengatakan, “Kekhawatiran yang sebenarnya adalah bagaimana menyingkirkan orang-orang Palestina dengan membunuh mereka, membuat mereka kelaparan, dan menghancurkan orang lain sehingga mereka tidak punya pilihan selain pergi jika mereka ingin hidup.”
Menyoroti penderitaan anak-anak, Mansour berkata: “Mereka yang berusia di bawah 5 tahun tidak lagi mencari kehidupan, tetapi mengharap kematian karena mereka menanggung kesakitan di luar batas. Mereka telah kehilangan begitu banyak keluarga dan saudara kandung mereka.”
Mansour menangis ketika dia mengingat jumlah anak yang meninggal sejak Israel melanggar gencatan senjata pada bulan Maret. “Anak-anak sekarat karena kelaparan, rekaman para ibu yang merangkul tubuh kaku anak-anak, membelai rambut mereka, berbicara dengan mereka, dan meminta maaf kepada mereka, kita menyaksikannya,” katanya.
“Bom dan kelaparan melahap anak-anak Palestina. Inilah sebabnya mengapa kami begitu marah seperti orang-orang Palestina di mana-mana.” “Saya dapat meyakinkan Anda bahwa akar kami di Palestina lebih kuat menghujam daripada akar pohon zaitun. Kami tidak akan pernah pergi. Kami tidak akan layu. Kami (akan tetap) berada di tanah air kami,” katanya.
Meminta Dewan Keamanan untuk bertindak, Mansour berseru, “Lakukan sesuatu! Hentikan kejahatan yang terus melawan rakyat Palestina, hentikan genosida ini!”
Sumber: https://www.aa.com.tr/en/middle-east/palestinian-un-envoy-says-gaza-children-dying-of-starvation-and-bombings/3582634







