Lebih dari 1.500 pemukim Israel, termasuk anggota Knesset, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur pada Senin pagi (26/5) untuk menandai pendudukan kota Al-Quds oleh Israel, kata media Palestina.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengutip sumber-sumber lokal, mengatakan para pemukim melakukan ritual Talmud di halaman masjid. Sejumlah pemukim juga berusaha membawa gulungan Taurat melalui daerah Gerbang Al-Magharibah, sebelah barat Masjid Al-Aqsa.
Bendera Israel dikibarkan di daerah timur masjid ketika pemukim menari secara provokatif sementara pasukan Israel mendirikan penghalang besi di sekitar Gerbang Damaskus dan daerah-daerah Kota Tua untuk lebih memberlakukan pembatasan masuknya warga Palestina, kata Wafa.
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir, juga ikut menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Senin untuk merayakan pendudukan Israel di kota itu. Kehadirannya memicu gelombang kecaman.
“Sebenarnya ada sejumlah besar orang Yahudi yang berbondong-bondong ke sini, dan saya bersukacita menyaksikan hal ini,” kata Ben-Gvir dalam video yang merekam dirinya di dalam kompleks masjid. “Hari ini, orang-orang Yahudi dapat berdoa dan bersujud di sini. Kami berterima kasih kepada Tuhan untuk itu,” katanya.
Kelompok-kelompok pemukim telah menyerukan penyerbuan intensif di masjid, dengan “pawai bendera” provokatif yang dijadwalkan di kemudian hari melalui lingkungan Palestina.
Khatib Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ekrima Sabri, menyesalkan kurangnya tindakan terhadap pelanggaran Israel yang sedang berlangsung. “(Pemerintahan) Sayap kanan telah menguasai pemerintah Israel dan menyerang Al-Aqsa tanpa menahan diri,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Masjid Al-Aqsa mengalami pengepungan yang menyesakkan, bahkan jemaah dicegah mencapai lokasi,” kata Syekh Sabri.
Sejak 2003, Israel telah mengizinkan pemukim ilegal memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, kecuali pada Jumat dan Sabtu.
Masjid Al-Aqsa adalah salah satu dari tiga situs paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia, sementara orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Temple Mount,” mengklaimnya sebagai situs kuil Yahudi pada zaman kuno.
Israel menduduki Al-Quda bagian timur (Yerusalem Timur), tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israel-s-ben-gvir-storms-al-aqsa-mosque-to-celebrate-occupation-of-east-jerusalem/3579598
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/hundred






