Organisasi bantuan makanan World Central Kitchen (WCK) secara resmi menghentikan operasi dapur umumnya di Gaza pada Rabu (7/5), karena kehabisan bahan makanan dan bahan bakar akibat penutupan perbatasan oleh Israel sejak awal Maret.
“Dapur besar kami sudah tidak memiliki bahan untuk menyiapkan makanan harian. Bahkan roti terakhir pun telah dipanggang, karena tidak ada tepung tersisa,” kata pernyataan resmi WCK. Selama beberapa pekan terakhir, tim mereka terus berinovasi untuk bertahan dengan bahan dan bahan bakar terbatas, termasuk beralih ke bahan bakar alternatif seperti palet kayu dan limbah zaitun, serta mengganti menu dari nasi ke sup dan roti untuk menghemat bahan bakar. Meski begitu, kini semua cadangan telah habis.
Sebelum operasi dihentikan, WCK masih mampu memasak 133.000 porsi makanan dan memanggang 80.000 roti setiap harinya dari dua dapur utama terakhir. Kini, lebih dari 80% dapur komunitas yang bergantung pada stok WCK juga tak bisa beroperasi.
WCK menegaskan bahwa truk-truk mereka yang membawa makanan dan bahan bakar telah menunggu di perbatasan Gaza sejak Maret, sementara pasokan tambahan dari Yordania dan Mesir juga siap dikirim. Namun semua itu tertahan karena larangan masuk dari pihak Israel.
“Kami siap memberikan hingga 500.000 porsi makanan per hari jika diizinkan mengakses penuh infrastruktur dan pasokan kami,” ujar Direktur Respon Gaza WCK, Wadhah Hubaishi.
Pendiri WCK, José Andrés, menambahkan: “Panci kami mungkin kosong, api sudah padam—tapi tekad kami untuk melayani tetap menyala. Bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk.”








