• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“Anak-anak Tidak Bisa Dikenali” : Serangan Israel Menghujani Wilayah yang Diklaim ‘Zona Aman’

by Adara Relief International
April 29, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
“Anak-anak Tidak Bisa Dikenali” : Serangan Israel Menghujani Wilayah yang Diklaim ‘Zona Aman’
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel terus melanjutkan kampanye pengeboman mematikan di Jalur Gaza, menghabisi nyawa lebih dari 70 orang dalam 24 jam terakhir, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak. 

Di al-Mawasi, sebuah tempat di Khan Younis, bagian selatan Gaza, yang ditetapkan Israel sebagai “zona kemanusiaan”, para perempuan terlihat berkumpul di sekitar seorang nenek yang menangis tersedu-sedu. Dalam semalam, dia kehilangan dua generasi: putrinya dan lima cucu.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

“Anakku sayang, cintaku… Dia [putrinya] sedang mengejar saudara laki-lakinya dan ayahnya,” tangisnya, mengingat kembali kehilangan-kehilangan sebelumnya selama genosida. “Mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya anak-anak,” kata nenek yang dirundung duka itu. 

Ahmed al-Majaidah, saudara laki-laki mendiang ibu lima anak itu, mengatakan kepada MEE bahwa keponakan-keponakannya berusia antara empat hingga 16 tahun.  “Saat kami datang untuk mengidentifikasi, demi Tuhan, kami tidak dapat mengenali mereka,” katanya, seraya menambahkan bahwa salah satu anak, yang kehilangan kepalanya dalam serangan itu, hanya dapat diidentifikasi melalui tanda lahir di bagian telinganya yang tersisa. Anak-anak lainnya hanya dapat dikenali dari pakaian yang mereka kenakan. Sementara itu, saudara perempuan mereka dan dua sepupu lainnya masih tertimbun reruntuhan.

Majaidah menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “melakukan genosida terhadap warga sipil, anak-anak, perempuan, orang tua, dan seluruh warga Gaza.” “Ini ditujukan ke semua media, saya bersumpah kepada Tuhan bahwa anak-anak itu tidak dapat lagi dikenali,” kata Majaidah.

Situasi serupa terjadi di seluruh Al-Mawasi. Ahmed Alyaan, seorang reporter dari Gaza, berdiri di samping jenazah bayi perempuannya yang bernama Misk, menceritakan malam yang mengerikan itu. Mereka sedang tidur ketika serangan Israel menghantam tenda di dekatnya tanpa peringatan apa pun sekitar pukul 11 ​​malam, katanya. Pecahan peluru dari serangan itu mengenai kepala putri dan istrinya. 

Sementara anaknya terbunuh dalam serangan itu, istrinya dibawa ke ruang perawatan intensif. Mengingat bahwa istrinya telah kehilangan lebih dari 40 anggota keluarga dalam serangan Israel, Alyaan berdoa agar istrinya pulih dari luka-lukanya.  

“Israel sedang berperang melawan mereka,” kata Alyaan sambil menunjuk bayinya. “Dia sekarang sudah menjadi burung di surga… Memang benar ada banyak kesedihan atas kehilangan itu, tetapi saya beruntung, saya akan bertemu dengannya di surga suatu hari nanti… Cintaku, dia adalah jiwaku,” katanya kepada MEE, sambil menangis. “[Istri saya] lahir ke dunia ini sebagai yatim piatu, dan putri saya lahir dan meninggal dalam genosida,” katanya.

Neraka baru terjadi di Gaza

Meskipun disebut sebagai “zona aman”, Al-Mawasi telah berulang kali menjadi sasaran tentara Israel. Daerah tersebut merupakan rumah bagi ribuan warga Palestina yang mengungsi, seperti keluarga Majaidah dan Alyaan, yang mencari perlindungan dari serangan Israel.

Pengeboman serupa terhadap warga sipil dan zona kemanusiaan telah dilaporkan di seluruh Gaza, menyebabkan puluhan orang meninggal dan banyak yang terluka. 

Di Deir al-Balah, Gaza tengah, sedikitnya enam orang meninggal dalam pengeboman di sebuah kedai kopi.  Rekaman video memperlihatkan jasad pelanggan, baik yang meninggal maupun yang terluka, tergeletak di sekitar kursi dan meja yang roboh di Kafe Saftawi. Lantainya berlumuran darah saat asap menyelimuti area tersebut. 

Pada Senin (28/4), Direktur Jenderal Komite Palang Merah Internasional Pierre Krahenbuhl  mengatakan bahwa genosida Israel di wilayah kantong tersebut yang kembali dimulai sejak 18 Maret telah “memicu neraka baru”.

Berbicara di Forum Keamanan Global 2025 di Doha, Krahenbuhl mengatakan Gaza telah “menyaksikan dan masih mengalami kematian, cedera, pengungsian berulang kali, amputasi, pemisahan, penghilangan paksa, kelaparan, dan perampasan bantuan dan martabat dalam skala besar”.

“Tepat ketika gencatan senjata yang sangat penting membuat orang-orang percaya bahwa mereka telah lolos dari yang terburuk, muncul neraka yang baru. “Kengerian dan dehumanisasi ini akan menghantui kita selama beberapa dekade mendatang,” tambah Kraehenbuhl.

Sejak Israel melanggar gencatan senjata lebih dari sebulan yang lalu, Israel telah menghabisi nyawa lebih dari 2.222 warga Palestina. Jika diakumulasi sejak Oktober 2023, setidaknya 52.314 orang telah terbunuh dan 117.792 orang terluka. Hampir sepertiga dari kematian di Gaza sejak Maret adalah anak-anak, menurut statistik yang diterbitkan oleh kementerian kesehatan setempat. 

Sumber: https://www.middleeasteye.net/news/israeli-strikes-rain-down-gaza-cafe-displacement-tents 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dua Kehidupan, Satu Tragedi: Serangan Israel Renggut Nyawa Anak kembar Gaza Usia 4 Tahun

Next Post

Israel Membebaskan 11 Tawanan Palestina setelah Melakukan Penyiksaan Sistematis

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Israel Membebaskan 11 Tawanan Palestina setelah Melakukan Penyiksaan Sistematis

Israel Membebaskan 11 Tawanan Palestina setelah Melakukan Penyiksaan Sistematis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630