Ribuan pemukim ekstremis Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki pada Selasa (hari ketiga perayaan Paskah Yahudi), di tengah pembatasan ketat terhadap jemaah Muslim. Menurut laporan Departemen Wakaf Islam di Al-Quds (Yerusalem) dan kantor berita Al-Qastal, total 1.732 pemukim masuk melalui Gerbang Al-Magharibah dengan pengawalan ketat dari polisi Israel.
Selama serbuan tersebut, pemukim mengelilingi halaman masjid secara provokatif, mengikuti ceramah dari rabi tentang klaim kuil Yahudi kuno, sementara sejumlah pemukim melakukan ibadah Talmudik serta mengenakan pakaian keagamaan Yahudi di area masjid. Sementara itu, aparat Israel membatasi gerak dan akses jemaah Muslim, bahkan melarang banyak dari mereka memasuki kawasan suci tersebut.
Situasi ini merupakan kelanjutan dari tren peningkatan pelanggaran terhadap Masjid Al-Aqsa, yang telah terjadi hampir setiap hari sejak 2003, kecuali pada Jumat dan Sabtu. Sepanjang bulan Ramadan lalu, kompleks ini dilaporkan telah diserbu sebanyak 21 kali, sementara pada kuartal pertama 2025, sebanyak 13.064 pemukim ilegal telah memasuki kawasan tersebut.
Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Namun, kaum Yahudi menyebut area tersebut sebagai “Temple Mount” dan mengklaimnya sebagai lokasi dua kuil kuno. Sejak merebut Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) dalam Perang Arab-Israel 1967 dan menganeksasinya pada 1980—langkah yang tidak pernah diakui secara internasional—Israel terus memperketat kendali atas kota suci ini, termasuk menjadikan Al-Quds bagian timur sebagai zona militer selama perayaan Pesach atau Paskah Yahudi untuk mengamankan pergerakan pemukim.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








