Seluruh 3.250 unit hunian di Kamp Pengungsi Jenin kini tidak lagi layak huni setelah mengalami kehancuran total atau sebagian akibat operasi militer Israel yang berlangsung sejak 21 Januari, demikian disampaikan oleh Wali Kota Jenin, Mohammad Jarrar, pada Rabu.
“Situasi di Kamp Jenin sangatlah katastrofik,” ujar Jarrar. “Buldozer Israel terus beroperasi, menghancurkan, meledakkan, dan membakar rumah-rumah Palestina.”
Jarrar menjelaskan bahwa Israel telah menolak petisi yang diajukan oleh Otoritas Palestina untuk menghentikan rencana penghancuran 93 bangunan tempat tinggal, yang mencakup sekitar 300 unit rumah. “Jika keputusan pembongkaran ini dilaksanakan, kita akan menghadapi bencana yang lebih besar lagi di kamp ini,” tambahnya.
Menurutnya, kamp tersebut kini benar-benar tidak layak huni dan membutuhkan rekonstruksi besar-besaran. “Jenin dan kamp pengungsinya telah mengalami berbagai operasi militer Israel selama bertahun-tahun,” katanya. Sebuah komite khusus memperkirakan kerugian yang ditimbulkan oleh operasi militer Israel di Jenin dan kamp pengungsinya mencapai sekitar US$310 juta dolar AS.
Selain itu, lebih dari 1.000 warga Palestina di distrik sekitar kamp dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh tentara Israel, sementara ratusan keluarga lainnya terpaksa mengungsi karena khawatir akan keselamatan diri dan anak-anak mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








