Lebih dari 600 tawanan Palestina dibebaskan pada Rabu malam hingga Kamis pagi dalam sebuah kesepakatan pertukaran tawanan, sebagaimana dikatakan oleh pejabat Hamas kepada AFP. Sebagian besar dari mereka dibebaskan di Gaza.
Menurut laporan Al Jazeera, di antara para tawanan yang dibebaskan, 115 orang merupakan tawanan dengan hukuman seumur hidup atau jangka panjang. Dari jumlah tersebut, 43 orang dibebaskan di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki, 11 orang dikembalikan ke Gaza, sementara 97 lainnya diasingkan ke luar wilayah Palestina yang diduduki. Selain itu, 445 warga Palestina yang sebelumnya hilang secara paksa dari Gaza juga dibebaskan, bersama dengan 46 perempuan dan anak-anak Palestina.
Hamas Serahkan Jenazah Sandera ke Palang Merah
Dalam kesepakatan pertukaran ini, Hamas menyerahkan jenazah empat sandera kepada Palang Merah pada Kamis pagi, hanya beberapa hari sebelum fase pertama gencatan senjata di Jalur Gaza berakhir. Seorang pejabat keamanan Israel mengonfirmasi bahwa jenazah para sandera diserahkan melalui perantara Mesir di sebuah perbatasan Israel, dan proses identifikasi telah dimulai.
Sementara itu, konvoi Palang Merah yang membawa puluhan tawanan Palestina yang dibebaskan, telah meninggalkan Penjara Ofer menuju kota Beitunia di Tepi Barat. Ratusan warga Palestina berkumpul untuk menyambut para tawanan yang kembali, memeluk mereka, mengambil foto, dan meneriakkan takbir.
Ketegangan dalam Pertukaran Tawanan
Israel sempat menunda pembebasan lebih dari 600 tawanan Palestina sejak Sabtu (22/02) sebagai protes atas program penyerahan para tahanan yang diselenggarakan oleh Hamas. Hamas mengecam penundaan tersebut sebagai “pelanggaran serius” terhadap gencatan senjata dan menegaskan bahwa pembicaraan mengenai fase kedua tidak dapat dilanjutkan sebelum seluruh tawanan Palestina dibebaskan.
Di antara tawanan yang dibebaskan, terdapat 445 pria, 21 remaja, dan satu perempuan yang ditawan tanpa dakwaan selama berbulan-bulan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, hanya sekitar 50 orang yang dibebaskan di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Puluhan tawanan yang dihukum seumur hidup atas serangan terhadap warga Israel diasingkan ke Mesir untuk sementara waktu, sebelum ditempatkan di negara lain.
Pembebasan tawanan ini merupakan bagian dari tahap pertama kesepakatan gencatan senjata. Hamas telah mengembalikan 33 tahanan, termasuk delapan jenazah, dengan imbalan hampir 2.000 tawanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel.
Di sisi lain, Israel tengah mempertimbangkan opsi untuk membebaskan lebih banyak tawanan Palestina dengan imbalan mempertahankan kendali atas Koridor Philadelphia, menurut laporan Otoritas Penyiaran Israel pada hari Rabu. Opsi ini disebut sebagai upaya untuk memperpanjang fase pertama kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Namun, baik Israel maupun Amerika Serikat tampaknya enggan untuk langsung memasuki perundingan gencatan senjata tahap kedua.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








