Euro-Med Monitor memperingatkan upaya yang dilakukan oleh otoritas pendudukan Israel untuk memberlakukan status quo baru di Tepi Barat melalui penghancuran kamp-kamp pengungsi Palestina secara sistematis dan taktik pemindahan paksa.
Dalam pernyataannya pada Selasa (26/2), Euro-Med menegaskan bahwa penghancuran kamp-kamp pengungsi Palestina di wilayah utara Tepi Barat serta pengusiran penghuninya membuka babak baru dari “Nakba” bagi rakyat Palestina.
Pengumuman Menteri Perang Israel, Yisrael Katz, mengenai rencana pengusiran sekitar 40.000 pengungsi Palestina dari Kamp Jenin, Tulkarem, dan Nur Shams serta menjadikannya tidak layak huni merupakan upaya untuk menciptakan status quo baru yang akan menghalangi kemungkinan mereka kembali, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa pengerahan unit tank dan kendaraan berat militer di wilayah-wilayah tersebut tidak memiliki alasan keamanan atau kebutuhan militer, melainkan bertujuan untuk memperketat kontrol militer di wilayah utara Tepi Barat.
Euro-Med juga menyoroti bahwa otoritas pendudukan Israel kemungkinan berupaya untuk memberlakukan realitas baru di wilayah yang berada di bawah kedaulatan Otoritas Palestina (PA), yang pada akhirnya dapat berarti penghapusan peran PA di daerah tersebut dan menjadi langkah awal menuju aneksasi Tepi Barat.
Lembaga ini juga mencatat bahwa kekebalan hukum yang dinikmati Israel di berbagai forum internasional selama beberapa dekade, serta sikap diam dunia terhadap kejahatan genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, telah mendorong Israel untuk memperluas agresi dan eskalasi di Tepi Barat.
Kelompok hak asasi manusia ini menyerukan kepada komunitas internasional untuk memberikan tekanan nyata terhadap Israel agar menghentikan kampanye militernya di wilayah utara Tepi Barat, memungkinkan kembalinya warga yang terusir, serta menghentikan taktik penghancuran dan pemindahan paksa terhadap rakyat Palestina.
Pada 21 Januari, tentara pendudukan Israel memulai kampanye militer terhadap Kota Jenin dan kamp pengungsinya, menyebabkan puluhan warga menjadi martir, terluka, dan ditangkap, sebelum akhirnya memperluas serangan ke Tulkarem dan Tubas.
Agresi di Jenin hingga saat ini telah menyebabkan terbunuhnya 27 warga Palestina, melukai puluhan lainnya, serta memaksa 40.000 orang mengungsi. Sementara itu, di Kamp Tulkarem dan Nur Shams, 12 warga dilaporkan terbunuh dan sekitar 14.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








