Kepala Kantor Media Pemerintah (GMO), Salama Ma’rouf, menyatakan bahwa Jalur Gaza membutuhkan setidaknya 60.000 karavan dan 200.000 tenda untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi ratusan ribu keluarga yang kehilangan rumah akibat agresi Israel.
Dalam pernyataan pers pada Jumat pagi, Ma’rouf mengungkapkan bahwa hanya sejumlah kecil karavan yang berhasil masuk ke Gaza. “Sebanyak 12 karavan tiba di Jalur Gaza pagi ini, namun semuanya diperuntukkan bagi organisasi internasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa bantuan yang telah masuk ke wilayah tersebut masih jauh dari mencukupi. “Sejauh ini, jumlah tenda yang diterima bahkan belum mencapai setengah dari kebutuhan kami, sementara rumah mobil sama sekali belum tersedia,” tambahnya.
Ma’rouf juga mengkritik tindakan Israel yang dianggap sengaja menunda dan menghambat pemenuhan kewajibannya sesuai dengan protokol kemanusiaan dalam perjanjian gencatan senjata. Ia menyatakan Israel berupaya menghindari tanggung jawabnya dan mengabaikan bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh agresi pemusnahannya terhadap penduduk Gaza.
Ia mendesak komunitas internasional dan para mediator untuk segera bertindak guna memastikan masuknya bantuan mendesak, termasuk tempat tinggal sementara, bantuan kemanusiaan, serta layanan kesehatan. Ia juga menekankan perlunya mencegah Israel menggunakan blokade sebagai alat pemerasan terhadap rakyat Gaza, yang hanya memperburuk penderitaan mereka dengan menghalangi masuknya kebutuhan dasar.
Selain itu, Ma’rouf menyerukan percepatan penyelenggaraan konferensi internasional untuk membahas rekonstruksi Gaza. Ia juga berharap KTT Arab yang akan datang di Arab Saudi dapat mengambil keputusan strategis, seperti membuka perlintasan Rafah selama 24 jam penuh dan memastikan kelancaran distribusi bantuan, termasuk kebutuhan darurat, tempat tinggal, dan rekonstruksi. Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan deklarasi resmi bahwa Jalur Gaza adalah zona bencana.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








