Otoritas Air Palestina (Palestinian Water Authority) mengumumkan bahwa sejak gencatan senjata berlaku pada Ahad lalu, timnya telah memulai survei lapangan cepat terhadap fasilitas air dan limbah di Gaza utara yang mengalami pengepungan ketat selama agresi berlangsung.
Dalam pernyataannya, Otoritas Air Palestina menyatakan bahwa “hasil survei mengungkapkan lebih dari 70 persen fasilitas hancur total, termasuk sekitar 25 sumur air.”
Kehancuran ini telah menyebabkan runtuhnya sistem pasokan air secara total di Gaza utara, yang sebelumnya telah menghadapi kekurangan air parah selama setahun terakhir. Pasokan air menurun hingga hanya sekitar tiga liter per hari per orang. Selain itu, infrastruktur mengalami kerugian besar, termasuk keruntuhan sistem pompa dan pengolahan limbah.
Survei juga mencakup stasiun pompa utama di Beit Lahia, yang meskipun masih berdiri, mengalami kerusakan parah pada komponen mekanik dan elektromekanik serta jalur transmisinya akibat serangan langsung.
Dalam setahun terakhir, Otoritas Air Palestina telah mendukung operasional sekitar 35 sumur air dan satu stasiun pompa utama di Gaza utara dengan menyuplai bahan bakar yang diperlukan. Mereka juga terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas tersebut bekerja sama dengan lembaga mitra.
Upaya lainnya meliputi perbaikan jalur banjir yang terhubung dengan stasiun limbah di Jabalia serta mengaktifkannya kembali. Selain itu, kerusakan yang menimpa beberapa sumur, baik yang hancur total maupun sebagian, juga ditangani selama agresi berlangsung.
Saat ini, Otoritas Air Palestina telah melanjutkan pasokan bahan bakar ke sembilan sumur air tanah yang masih berfungsi di Gaza utara, meskipun wilayah tersebut mengalami kehancuran besar-besaran. Krisis air ini menambah daftar panjang tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh penduduk Gaza, terutama di tengah kehancuran infrastruktur akibat agresi Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








