Panglima militer Israel, Herzi Halevi, telah menginstruksikan militer untuk bersiap menghadapi serangan skala besar di Tepi Barat yang diduduki, sehari setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan di Gaza.
“Selain meningkatkan kesiapan pertahanan di Gaza, kita harus siap untuk operasi besar di Yudea dan Samaria (Tepi Barat) dalam beberapa hari mendatang,” ujar Halevi dalam sebuah pernyataan pada Senin (20/1).
Menurut Halevi, tujuan operasi tersebut adalah untuk mendahului aksi para pejuang Palestina dan menangkap mereka. Namun, pernyataan itu tidak merinci lokasi spesifik serangan yang direncanakan, meskipun dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas militer Israel banyak berpusat di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki.
Militer Israel menyebutkan bahwa pernyataan Halevi ini disampaikan setelah penilaian situasi terkini di wilayah Palestina. Selain itu, ia juga menginstruksikan militer untuk menyusun rencana serangan lanjutan di Gaza dan Lebanon. Pernyataan Halevi muncul sehari setelah gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tawanan mulai berlaku di Gaza pada Ahad (19/01) yang untuk sementara menghentikan genosida Israel di wilayah Palestina tersebut.
Pada November, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait agresi yang dilancarkannya di wilayah tersebut.
Sumber: https://www.trtworld.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








