Israel dilaporkan sedang mempertimbangkan pengurangan besar-besaran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump, menurut laporan dari Channel 12, sebuah saluran berita Israel.
Channel 12 melaporkan bahwa tingkat bantuan saat ini telah dipertahankan selama pemerintahan Presiden Joe Biden. Namun, situasi ini diperkirakan dapat berubah dalam beberapa pekan mendatang setelah pelantikan Trump pada 20 Januari.
Seorang sumber politik Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada penyiar tersebut, “Kami meragukan bahwa jumlah bantuan yang saat ini diizinkan masuk ke Gaza akan tetap sama di bawah pemerintahan Trump.” Sumber itu menambahkan bahwa jika keputusan untuk mengurangi bantuan tersebut dibuat, hal itu akan dikoordinasikan dengan pemerintahan Trump yang baru.
Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza, pembatasan ketat telah diberlakukan terhadap barang yang akan dikirim ke Gaza. Israel memblokir pengiriman barang penting dan membatasi bantuan kemanusiaan, yang hanya mampu memenuhi 10 persen dari kebutuhan penduduk Gaza, sehingga memperburuk krisis yang sudah parah.
Agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 ini telah merenggut lebih dari 45.600 nyawa, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak. Hal ini terjadi meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menuntut gencatan senjata segera.
Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas kampanye militernya yang mematikan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








