Tentara Israel menyerang sebuah rumah di Lebanon utara dan menghancurkan beberapa bangunan di selatan negara itu pada Selasa (10/12), dalam pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Beirut, kata media Lebanon.
Pesawat Israel menembakkan rudal ke rumah tiga lantai di Kota Qleiaat di Provinsi Akkar, tetapi rudal itu gagal meledak, kantor berita NNA melaporkan.
Ledakan juga terdengar di Kota Khiam dan Maroun El-Ras di Lebanon selatan akibat pembongkaran rumah oleh tentara di daerah tersebut, kata penyiar tersebut.
Badan tersebut menambahkan, “Israel memasang jebakan bom di sejumlah rumah di Kota Maroun al-Ras malam tadi, lalu meledakkan rumah-rumah di dalam kota. Suara ledakan itu sangat kuat sehingga dapat terlihat dari Bint Jbeil.”
Sementara itu, jenazah seorang anak Lebanon ditemukan di bawah reruntuhan, dua bulan setelah serangan udara Israel di kota Moaisra di Lebanon tengah.
Meski gencatan senjata sudah dideklarasikan, perjanjian itu terus dilanggar oleh Israel. Lebih dari 4.000 orang terbunuh dan lebih dari 16.500 orang terluka akibat serangan Israel di Lebanon, sementara lebih dari 1 juta lainnya mengungsi sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








