Enam orang terbunuh dan lima lainnya luka-luka pada Sabtu (7/12), akibat 3 pelanggaran yang dilakukan tentara Israel terhadap perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon.
Pelanggaran tersebut terkonsentrasi di Distrik Bint Jbeil dan Marjayoun di Provinsi Nabatieh (selatan), termasuk pengeboman terhadap rumah dan bangunan oleh pesawat militer dan drone.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) mengonfirmasi serangan Israel dan melaporkan bahwa seorang pengendara sepeda motor terbunuh setelah serangan pesawat tak berawak pasukan Israel yang menargetkan sepeda motornya di Deir Siryan, Distrik Marjayoun.
Sementara itu pada Ahad (8/12), tiga warga sipil terbunuh dalam serangan udara Israel di Kota Dibbin di Distrik Marjayoun, Kantor Berita resmi Nasional (NNA) melaporkan.
Kematian-kematian tersebut membuat jumlah orang yang terbunuh dalam serangan Israel di Lebanon menjadi 23 orang, sementara terdapat korban luka sebanyak 24 orang, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November, menurut angka yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Lebanon.
Pihak berwenang Lebanon telah melaporkan sekitar 160 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak kesepakatan tersebut berlaku.
Agresi Israel terhadap Lebanon mengakibatkan 4.051 kematian dan 16.648 orang terluka, termasuk sejumlah besar anak-anak dan perempuan. Selain itu sekitar 1,4 juta orang telah mengungsi.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








