Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon “lebih dari 120” kali sejak gencatan senjata mulai berlaku pekan lalu, Anadolu Agency melaporkan.
Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah di tengah meningkatnya ancaman untuk memperluas perang yang berdampak pada Lebanon jika gencatan senjata gaga. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali pernyataannya bahwa perjanjian tersebut tidak berarti akhir dari perang.
Saat ini, tentara Israel melakukan banyak pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, yang terkonsentrasi di Distrik Marjayoun, Bint Jbeil, dan Hasbaya di Provinsi Nabatieh (selatan), serta di Distrik Tirus dan Jezzine di Provinsi Selatan.
Pelanggaran yang dilakukan Israel bervariasi antara penembakan artileri, penyerangan oleh pesawat militer dan drone, penembakan senapan mesin, penyerangan, serta penembakan suar.
Di Kota Shebaa, Distrik Hasbaya Provinsi Nabatieh, penggembala ternak bernama Jamal Muhammad Saab terbunuh akibat rudal yang ditembakkan oleh pasukan Israel pada Selasa, menurut Kantor Berita Lebanon.
Di Distrik Marjayoun, tank Merkava Israel menembus kawasan segitiga (strategis) Tal Nahas, menuju segitiga yang memisahkan kota Dermamas, Burj al-Muluk, dan Kafr Kila, kemudian berhenti di jarak tidak kurang dari 200 meter dekat pos pemeriksaan tentara Lebanon yang ditempatkan di kota Burj al-Muluk.
Di Dataran Marjayoun, tercatat sebuah peluru artileri yang ditembakkan oleh tentara Israel, sementara pasukan Israel melancarkan serangan di pinggiran kota Deir Sarayan.
Di Distrik Bint Jbeil, tentara Israel menembakkan suar ke Kota Aita al-Shaab, dan juga menembakkan senapan mesin ke arah Kota Majdal Zun di Distrik Tyre. Sebuah drone Israel juga menargetkan kota Beit Lev.
Di Distrik Jezzine, pesawat tempur Israel menyerbu daerah antara Kota Sajad dan Malikh pada Senin malam hingga Selasa dini hari.
Kendati demikian, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dalam pertemuan NATO bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel tetap berlaku, seraya menambahkan bahwa setiap dugaan pelanggaran perjanjian yang mungkin terjadi sedang ditangani melalui mekanisme khusus.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








