Kamis (28/11), tentara Lebanon menuding Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata antara kedua belah pihak.
Gencatan senjata mulai berlaku pada Rabu, mengakhiri pertempuran selama 14 bulan antara tentara Israel dan kelompok Hizbullah.
Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa tentara Israel beberapa kali melanggar kesepakatan pada Rabu dan Kamis, termasuk pelanggaran di wilayah udara dan penembakan dengan berbagai senjata.
Militer Lebanon mengatakan pihaknya memantau pelanggaran ini secara ketat dan berkoordinasi dengan otoritas terkait, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Setidaknya telah terjadi 18 pelanggaran, 13 di antaranya terjadi pada hari Rabu saja, menurut penghitungan Anadolu, yang dikumpulkan melalui pengumuman tentara Israel dan sumber berita, termasuk dari Kantor Berita Nasional Lebanon.
Pelanggaran pada Rabu:
– Serangan pesawat nirawak Israel menghantam sebuah mobil di kota Markaba, Distrik Marjayoun, Provinsi Nabatieh, melukai dua orang.
– Pesawat tempur Israel menyerang sebuah lokasi di Lebanon selatan, yang diklaim oleh militer Israel sebagai lokasi Hizbullah dan berisi roket
– Tembakan tank Israel menghantam Kota Kafr Shuba dan Al-Wazzani di Distrik Hasbaiyya di Provinsi Nabatieh
– Artileri Israel menembaki Kota Taybeh dan Khiam, serta dataran Marjayoun di Distrik Marjayoun
– Artileri Israel menembaki perbukitan Kota Haltah di Distrik Hasbaiyya, dan wilayah Ras al-Zaher di Kota Mays al-Jabal, Distrik Marjayoun
– Pesawat nirawak Israel terbang di atas kota-kota di Distrik Tyre, Provinsi Selatan, dan Kota Bint Jbeil di Provinsi Nabatieh
– Artileri Israel menembaki kota Aita al-Shaab, dan kota Bint Jbeil di distrik Bint Jbeil
Pelanggaran pada Kamis:
– Tentara Israel menembaki jurnalis di Kota Khiam, Distrik Marjayoun saat mereka meliput kepulangan penduduk dan penarikan pasukan Israel dari kota tersebut, melukai dua orang
– Artileri Israel menembakkan peluru di dekat Gerbang Fatima di Kota Kafr Kila di Distrik Marjayoun. Kota Odaisseh dan Khiam juga menjadi sasaran
– Tentara Israel menangkap empat orang di Lebanon selatan, dengan tuduhan mendekati pasukan Israel di daerah tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan mereka adalah anggota Hizbullah dan salah satu dari mereka adalah pemimpin setempat.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel akan menarik pasukannya di selatan perbatasan de facto Garis Biru secara bertahap, sementara tentara Lebanon akan mengerahkan pasukannya di Lebanon selatan dalam waktu 60 hari.
Pelaksanaan perjanjian tersebut akan diawasi oleh AS dan Prancis, tetapi rincian tentang mekanisme penegakannya masih belum jelas.
Sejak dimulainya gencatan senjata, para pengungsi telah kembali secara besar-besaran ke rumah mereka di selatan, setelah agresi Israel menyebabkan sekitar satu juta dan 400 ribu orang mengungsi di seluruh negeri.
Lebih dari 3.960 orang terbunuh dan lebih dari 16.500 orang terluka dalam serangan Israel di Lebanon, serta lebih dari 1 juta orang mengungsi sejak Oktober tahun lalu, menurut otoritas kesehatan Lebanon.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








