Pelapor khusus PBB untuk Palestina mengatakan pada Selasa (8/10) bahwa kewajiban internasional harus difokuskan pada penentuan nasib sendiri, daripada mencampuri pemerintahan internal Palestina.
“Kedaulatan Palestina tetap ada, terlepas dari pengakuan negara lain,” tulis Francesca Albanese di X saat ia membagikan laporan khusus dari Anadolu, yang memuat wawancara dengan mantan Menteri Luar Negeri Yunani George Katrougalos.
“Mempromosikan solusi dua negara (selama 30 tahun) tanpa mengakui kedua negara adalah tindakan yang tidak jujur,” katanya.
“Kewajiban internasional negara bukanlah tentang ‘mereformasi Otoritas Palestina’ atau mencampuri pemilu dan pemerintahan Palestina—itu adalah masalah internal—tetapi tentang memastikan penentuan sendiri nasib rakyat, mengakhiri pendudukan yang melanggar hukum, dan membongkar apartheid,” ujarnya.
Albanese mendesak dunia untuk “melampaui kemunafikan dan berkomitmen pada perdamaian sejati yang didasarkan pada keadilan dan kebebasan setiap orang.”
“Bersama-sama, kita bisa melakukannya,” imbuhnya.
Israel terus melancarkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.
Hampir 42.000 korban telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 97.300 terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut, menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








