Para orang tua dengan cemas mengantre bersama anak-anak mereka untuk mendapatkan vaksin polio di Gaza. Mereka menghitung mundur jam hingga jeda agresi berakhir di daerah tersebut pada Rabu (4/9). Agresi Israel telah mengancam lebih banyak kematian dan kehancuran dalam perang yang telah berlangsung selama 11 bulan.
Saat petugas kesehatan memberikan dosis, ibu asal Gaza, Huda Sheikh Ali, bertanya-tanya apa manfaat kampanye vaksinasi polio ketika anak-anaknya akan segera menghadapi lebih banyak serangan udara dan penembakan Israel.
“Tidak ada perlindungan bagi mereka, hanya dalam beberapa jam jeda serangan akan berakhir dan kita akan kembali melihat anak-anak dibom dan dibunuh. Tidak ada perlindungan dari hal-hal ini,” katanya.
Kampanye vaksinasi ini dipicu oleh kasus polio pertama yang pada bulan lalu ditemukan menjangkiti seorang bayi laki-laki di Jalur Gaza selama 25 tahun tahun terakhir. Israel dan Hamas sepakat untuk menghentikan pertempuran selama delapan jam setiap hari di wilayah yang telah ditentukan sebelumnya untuk memungkinkan program vaksinasi. Tidak ada pelanggaran yang dilaporkan.
Namun, akhir perang yang permanen belum terlihat. Upaya diplomatik untuk mengamankan gencatan senjata, membebaskan sandera yang ditahan di Gaza, dan memulangkan banyak warga Palestina yang dipenjara oleh Israel telah gagal.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina mengatakan pada Rabu (4/9), pihaknya membuat kemajuan baik dalam peluncuran vaksin polio, tetapi menyerukan gencatan senjata permanen untuk meringankan penderitaan kemanusiaan.
UNRWA mengatakan bahwa tiga hari setelah kampanye di wilayah Gaza tengah, sekitar 187.000 anak telah menerima vaksin. Kampanye ini akan dilanjutkan untuk tahap kedua di wilayah Gaza lainnya.
Palestina mengatakan bahwa penyakit polio muncul di Gaza akibat lumpuhnya sistem kesehatan dan hancurnya sebagian besar rumah sakit selama agresi. Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit untuk tujuan militer, tetapi hal tersebut dibantah Hamas dan tidak terbukti.
Hadeel Darbiyeh, yang membawa bayi perempuannya untuk vaksinasi polio, mengatakan bahwa ia turut merasakan pesimisme orang tua lainnya di Gaza.
“Alih-alih membawa vaksin, bawakanlah kami solusi untuk menghentikan agresi. Bawakanlah kami solusi bagi orang-orang tertindas yang semuanya terpaksa meninggalkan rumah mereka dan tinggal di tenda-tenda.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








