• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Scholasticide: Upaya Israel untuk Mencerabut Harapan dan Cita-Cita Anak-Anak Palestina

by Adara Relief International
Agustus 7, 2024
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Scholasticide: Upaya Israel untuk Mencerabut Harapan dan Cita-Cita Anak-Anak Palestina

(Seorang anak Palestina tengah berdiri di sebuah sekolah PBB yang menjadi tempat pengungsian. Sekolah ini rusak akibat serangan Israel ke Khan Yunis pada 21 Juni 2024. Sumber: MEMO/Getty Images).

235
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ketika memilih sasaran tembaknya, Israel tidak pernah menembak secara acak. Setiap penduduk yang terbunuh ataupun terluka, setiap bangunan yang dihancurkan, memang telah ditargetkan secara pasti. Demikian pula ketika Israel menghancurkan sekolah-sekolah maupun institusi pendidikan lainnya yang ada di Gaza. Genosida Israel yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Gaza,diiringi dengan scholasticide atau penghancuran secara sistematis terhadap sekolah. Israel ingin memusnahkan hak penduduk Gaza terhadap pendidikan dengan menghancurkan sekolah-sekolah dan institusi pendidikan lain yang ada di Gaza.

Menurut Kementerian Pendidikan di Gaza, terdapat lebih dari 800.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang harus kehilangan akses pendidikan sejak 7 Oktober. Sebanyak 40.000 di antaranya tidak dapat mengikuti ujian kelulusan SMA. Sementara itu, setidaknya 85% fasilitas pendidikan tidak dapat lagi digunakan akibat dijadikan sasaran penghancuran Israel, sehingga menimbulkan tantangan signifikan terhadap upaya untuk melanjutkan proses pendidikan setelah agresi berakhir.

Israel telah membunuh 6.000 orang pelajar dan melukai 10.000 lainnya. Sementara itu, sebanyak 264 guru dan staf pendidikan terbunuh dan 960 lainnya terluka. Kementerian pendidikan juga menyatakan bahwa 346 sekolah negeri dan 65 sekolah UNRWA telah hancur dan dirusak. Bahkan pada 17 Januari 2024 lalu, Gaza telah kehilangan universitas terakhirnya. Universitas Israa yang terletak di selatan Gaza dihancurkan dengan 315 ranjau yang ditanam Israel. Sebelum dihancurkan, universitas tersebut dijadikan pangkalan militer Israel. Lebih dari 1000 mahasiswa telah meninggal dan ribuan lainnya terluka ataupun berada di bawah reruntuhan.

Sejak 6 November 2023, akibat intensitas penghancuran Israel ke Gaza, tidak ada satu pun anak di Gaza yang dapat bersekolah. Seorang mahasiswa kedokteran tahun keempat di Universitas Al-Azhar Gaza, Israa Aoum mengatakan, “Kami kehilangan teman, kami kehilangan dokter, kami kehilangan asisten pengajar, kami kehilangan banyak hal dalam agresi ini.”

Seorang dosen dari Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Gaza, Fahid Al-Hadad mengatakan bahwa ia telah kehilangan koleksi buku-bukunya yang telah dikumpulkannya selama 10 tahun terakhir. Fahid yang juga merupakan seorang Kepala Departemen Unit Gawat Darurat RS Al-Aqsa menyatakan harapannya untuk bisa kembali mengajar.

 

1 of 4
- +

1. Sekolah Palestina yang hancur akibat serangan Israel pada 28 April 2024. (Sumber: Reuters).

2. Sebuah bangunan yang berada di dalam lingkungan Universitas Islam Gaza ini dihancurkan Israel pada 28 April 2024. (Sumber: Reuters).

3. Bangunan Universitas Al-Aqsa yang hancur setelah dihancurkan oleh serangan militer Israel di Gaza pada 28 April 2024. (Sumber: Reuters).

4. Sebuah ruang pertemuan di Universitas Islam Gaza yang dihancurkan oleh Israel pada 28 April 2024. (Sumber: Reuters).

 

Pendidikan adalah Bentuk dari Perlawanan

“Pendidikan adalah bentuk dari perlawanan. Ketika anak-anak dididik, mereka diberdayakan. Mereka belajar untuk berharap, bermimpi, dan percaya pada masa depan yang lebih baik,”

Ahmed Abo Rizik, 27 tahun, guru bahasa Inggris di Gaza

Salah seorang pakar PBB mengatakan bahwa yang sedang Israel lakukan saat ini terhadap Gaza adalah penghancuran secara sistemik sistem pendidikan, atau ‘scholasticide’. Istilah scholasticide merujuk kepada penghancuran sistemik pendidikan melalui penangkapan, penahanan, atau pembunuhan guru, siswa dan staf serta penghancuran infrastruktur pendidikan. Penghancuran sekolah tidak hanya dapat dilihat sebagai penghancuran fisik sebuah bangunan. Namun, ketika sebuah sekolah dihancurkan, maka hancur pulalah harapan dan mimpi anak-anak. Dunia berutang pada rakyat Gaza, karena dengan sengaja membiarkan tercerabutnya hak-hak pendidikan rakyat Gaza melalui scholasticide.

Tidak hanya sekolah, Israel juga menghancurkan 195 situs-situs kuno, 227 masjid, dan 3 gereja. Meskipun bukan tempat formal untuk melaksanakan pendidikan, namun masjid dan gereja menjadi salah satu tempat penting bagi berlangsungnya pendidikan informal bagi masyarakat Gaza. Masjid, khususnya, merupakan pusat pembelajaran Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman. Penghancuran masjid tidak hanya diterjemahkan sebagai penghancuran terhadap tempat peribadatan–yang dijamin keamanannya oleh hukum internasional–tetapi juga sebagai upaya penghancuran nilai-nilai religius penduduk Gaza.

Mereka yang Mengungsi di Sekolah, dan Tetap Menjadi Korban….

Tidak ada tempat yang aman di Gaza; tidak di wilayah utara, tengah, ataupun selatan. Seluruh wilayah Gaza secara bergantian menjadi sasaran serangan bom-bom Israel, demikian halnya dengan masjid, gereja, rumah sakit hingga sekolah. Hukum internasional yang melindungi institusi tersebut seakan omong kosong belaka bagi Israel yang dengan sengaja menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai sasaran tembak.

Sekolah-sekolah yang seharusnya dapat menjadi tumpuan harapan pengungsi dalam mencari perlindungan, justru menjadi sasaran utama penyerangan. Bahkan sekolah-sekolah milik PBB yang berada di bawah naungan UNRWA juga tak luput dari sasaran tembak. Sejak 7 Oktober, tercatat 120 institusi pendidikan milik UNRWA terkena serangan Israel. Hingga saat ini, setidaknya 133 sekolah yang tersisa di Gaza dijadikan tempat tinggal sementara oleh pengungsi internal Gaza yang mencapai lebih dari 1,9 juta jiwa.

Kondisi yang memprihatinkan juga harus dihadapi oleh penduduk Palestina yang mengungsi di sekolah. Dalam kondisi akses terhadap makanan yang amat terbatas, mereka harus tinggal berdesak-desakkan, di tengah ancaman serangan Israel. “Kami berharap bahwa adanya afiliasi PBB akan menjaga kami,” ujar jurnalis Mohammed Mhwawish yang mengungsi di salah satu sekolah PBB bersama keluarganya. Namun, nyatanya serangan demi serangan terus dilancarkan Israel, yang tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga membekaskan trauma dalam diri mereka.

“Bagi sebagian orang, berkumpul dengan berbagai orang yang telah mengalami trauma yang sama adalah hal yang baik,” ujarnya. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi Mohammed. Anaknya yang bernama Rafik berhenti berbicara bahkan menangis. Ia tidak menampilkan reaksi emosi, dan bahkan berhenti untuk mengingat bagaimana menjadi anak kecil. Trauma ini mulai dialaminya ketika Israel mengebom rumahnya.

Pada 27 Juli lalu, Israel kembali menyerang sebuah sekolah di wilayah Deir al-Balah yang terletak di Gaza tengah. Sebanyak 30 orang dan lebih dari 100 orang terluka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Tidak lama kemudian,Israel kembali mengulang kekejiannya dengan membombardir sekolah Hassan Salameh dan Al-Nasr di Kota Gaza.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan kepada Al Jazeera, “Sisa tubuh anak-anak berserakan di lantai dan di ruang kelas.” Kejadian ini menambah daftar panjang penghancuran sekolah-sekolah di Gaza oleh Israel sejak 6 Juli 2024 menjadi 11 sekolah, dengan korban jiwa mencapai 150 orang.

 

1 of 2
- +

1. Warga Palestina terpaksa harus kembali mengungsi akibat serangan ke sebuah sekolah (27/9) yang menampung banyak pengungsi. (Sumber: CNN/Getty Images)

2. Seorang anak Palestina yang terluka mendapatkan perawatan di RS Al-Ahli Arab, setelah Israel menyerang sekolah Hassan Salameh dan Al-Nasr (4/8) yang menjadi tempat berlindung pengungsi Palestina. (Sumber: France 24/AFP)

Sampai Kapan?

Dunia telah lama berutang kepada anak-anak Gaza. Sejak 2006, ketika Gaza diblokade, tak ada suara yang cukup lantang bersuara untuk Gaza. Ketika genosida dilancarkan Israel sejak 10 bulan lalu, tidak ada tangan-tangan yang mampu menghentikan kekejian Israel hingga saat ini. Sebaliknya, bau darah semakin menyeruak, memenuhi tiap-tiap sudut rumah, sekolah, dan setiap bangunan

Jika dahulu kebebasan rakyat Gaza dicerabut, hingga Gaza berubah menjadi penjara terbuka, kini bangsanya dihabisi, rakyatnya dilaparkan, bahkan harapan dan mimpinya pun dipudarkan. Melalui scholasticide, Israel memupuskan impian anak-anak Gaza, hingga mereka tak mampu lagi untuk bermimpi. Sekolah yang tadinya menjadi sumber harapan bagi anak Gaza, kini menjadi tempat menunggu mati.

Sampai kapan utang ini akan terus ditumpuk?

Fitriyah Nur Fadilah, S.Sos., M.I.P.

Penulis merupakan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

Sumber:

https://www.aljazeera.com/features/2024/7/18/israel-keep-bombing-gaza-schools-why-do-people-still-shelter-there

https://www.#/20240623-gaza-war-deprives-800000-students-of-right-to-education-media-office/

https://www.aljazeera.com/news/2024/1/24/how-israel-has-destroyed-gazas-schools-and-universities

https://edition.cnn.com/2024/07/27/middleeast/israel-gaza-deir-al-balah-school-intl/index.html

https://www.#/20240623-israel-targeted-69-of-schools-sheltering-displaced-people-in-gaza-un-agency/

https://www.#/20240327-israel-has-killed-almost-6000-students-bombed-400-schools-in-gaza-since-7-october/

https://www.#/20240229-unrwa-75-of-gazans-drink-contaminated-water-90-of-children-sick/

https://www.reuters.com/world/middle-east/gazans-strive-study-war-shatters-education-system-2024-05-13/

https://www.#/20240630-if-you-want-to-rebuild-a-country-you-start-with-their-minds-says-gaza-teacher/

https://news.un.org/en/story/2024/04/1148716

https://www.ohchr.org/en/press-releases/2024/04/un-experts-deeply-concerned-over-scholasticide-gaza

https://thisweekinpalestine.com/education-in-gaza/

https://reliefweb.int/report/occupied-palestinian-territory/urgent-appeal-protect-palestinian-childrens-future

https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2024/8/4/israels-war-on-gaza-live-body-parts-everywhere-as-israel-bombs-shelter?update=3094629

https://www.france24.com/en/live-news/20240804-gaza-civil-defence-says-israel-strike-on-schools-kills-30

***

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Artikel
ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara Palestine Situation Report 01

Next Post

B’Tselem Mempublikasikan Laporan “Selamat Datang di Neraka”, sebuah Laporan Kekejian Penjara Israel sebagai Sistem Kamp Penyiksaan

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
23
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
B’Tselem Mempublikasikan Laporan “Selamat Datang di Neraka”, sebuah Laporan Kekejian Penjara Israel sebagai Sistem Kamp Penyiksaan

B’Tselem Mempublikasikan Laporan “Selamat Datang di Neraka”, sebuah Laporan Kekejian Penjara Israel sebagai Sistem Kamp Penyiksaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630