Pembantaian baru yang dilancarkan Israel dengan menargetkan sekolah-sekolah yang menampung ribuan pengungsi Palestina telah membunuh 30 warga sipil di Jalur Gaza. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa jet tempur Israel secara bersamaan mengebom sekolah Hassan Salameh dan sekolah swasta An-Nasr di sebelah barat Kota Gaza.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa pengeboman itu menghancurkan sayap utara sekolah An-Nasr, yang terdiri dari 3 lantai, juga menghancurkan lantai dasar sekolah Hassan Salameh. Foto-foto dan rekaman video menunjukkan kebakaran terjadi di dalam sekolah.
Pertahanan Sipil di Gaza mengatakan bahwa mereka tidak mampu lagi menghadapi pengeboman Israel karena kerusakan peralatan dan bahwa para anggotanya bekerja dengan sarana minimum yang tersedia.
Ditekankannya bahwa pendudukan Israel tidak menghormati perjanjian atau aturan apa pun dalam perangnya di Gaza. Pengeboman terus-menerus terhadap sekolah-sekolah yang menampung ribuan orang terlantar adalah bukti baru akan hal ini. Mereka mencatat bahwa sebagian besar yang terluka yang tiba di rumah sakit adalah anak-anak dan perempuan.
Pengeboman kedua sekolah tersebut terjadi kurang dari 24 jam setelah tentara Israel melakukan pembantaian serupa dengan mengebom Sekolah Hamama di Kamp Pengungsi Al-Shati. Serangan ini mengakibatkan terbunuhnya 16 warga sipil yang mengungsi di sekolah tersebut. Al Jazeera, mengutip Pertahanan Sipil Gaza, melaporkan bahwa 80% dari korban tewas dan terluka adalah anak-anak.
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








