Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (25/7) memperingatkan tentang situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sambil menegaskan kembali solusi dua negara antara Israel dan Palestina, Anadolu melaporkan.
“Situasi kemanusiaan di Gaza adalah bencana total,” kata Guterres seraya menyebutkan dua alasan.
“Pertama, ini adalah operasi militer dengan tingkat pembunuhan dan kerusakan tertinggi yang saya ingat dalam operasi militer mana pun di dunia, sejak saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal,” katanya.
“Alasan kedua adalah karena tingkat bantuan kemanusiaan sama sekali tidak sebanding dengan kebutuhan.”
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS dan mengklaim bahwa perang di Gaza memiliki “salah satu rasio korban kombatan terhadap non-kombatan terendah dalam sejarah perang perkotaan.”
Terkait klaim Netanyahu tentang Gaza, Guterres berkata, “Tidak ada hal baru yang dikatakan kemarin. Jadi, tidak ada hal yang layak dikomentari.”
Guterres mengatakan dia belum menghubungi Netanyahu saat dia berada di AS untuk membahas serangan terhadap konvoi PBB di Gaza.
“Saya belum menghubungi Perdana Menteri, tetapi anggota kami telah menghubungi, baik kepada otoritas Israel maupun negara-negara lain, untuk memastikan bahwa insiden yang disesalkan seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Netanyahu telah menghadapi gelombang protes sejak tiba di Washington pada Senin.
Ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes pidatonya di Kongres dan kejahatannya di Gaza. Mereka juga menuntut gencatan senjata di daerah kantong yang terkepung itu.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








