Kementerian Kesehatan di Gaza mengeluarkan permohonan pada hari Rabu (17/7) untuk menyediakan generator listrik guna membantu menyelamatkan sistem perawatan kesehatan yang telah lumpuh di daerah kantong yang terkepung itu, Anadolu Agency melaporkan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian menekankan kebutuhan penting untuk membeli sebuah generator listrik demi memastikan rumah sakit dapat terus berfungsi.
Selama kurang lebih sembilan bulan, fasilitas layanan kesehatan sangat bergantung pada generator bertenaga diesel yang beroperasi sepanjang waktu.
“Banyak dari generator ini mengalami kegagalan teknis yang signifikan, sehingga sulit diperbaiki. Beberapa bahkan menjadi sasaran langsung dan dihancurkan oleh pasukan Israel yang agresif,” imbuhnya.
Kementerian memperingatkan bahwa beberapa generator utama diperkirakan akan segera mati karena suku cadang yang diperlukan untuk pemeliharaan preventif dan rutin tidak diizinkan masuk.
“Krisis yang akan datang ini mengancam nyawa pasien dan memperburuk layanan kesehatan yang sekarat,” katanya.
Militer Israel secara sistematis berusaha melumpuhkan infrastruktur pelayanan kesehatan dengan menghancurkan generator listrik di rumah sakit besar. Kompleks Medis Al-Shifa di Kota Gaza, Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, dan Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia semuanya mengalami serangan semacam itu. Baru-baru ini, Rumah Sakit Kamal Adwan juga kehilangan generatornya.
Selain itu hanya tinggal satu ahli bedah yang tersisa di Gaza. Laporan Associated Press mengungkapkan penderitaan para ahli bedah di Gaza, termasuk pembunuhan Dr. Hassan Hamdan, salah satu dari sedikit spesialis terlatih dalam rekonstruksi luka.
Kematian Dr. Hamdan meninggalkan hanya satu ahli bedah rekonstruktif di Gaza. Dokter lain terpaksa belajar keterampilan memperbaiki luka-luka besar saat bekerja karena tingginya gelombang korban yang cedera setiap hari.
Sumber:
https://www.#
https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








