Adara Relief – Jakarta. Walau berada dalam keterbatasan, anak-anak Palestina tidak kehilangan gairah hidupnya. Semangat belajar mereka tetap membara. Apalagi semenjak tiga orang seniman muda membuka kursus belajar karikatur.
.
Anak-anak Palestina mulai berlatih menggambarkan kehidupan mereka dalam bentuk karikatur. Seperti yang digambar pada dinding ruang atas Departemen Kebudayaan bangunan, gambar itu bermakna kebebasan, pengepungan, masalah pendidikan dan tahanan.
.
Seorang seniman plastik, Ataf Al-Najili, menceritakan ide tentang karikatur datang setelah disponsori Hisham Shamli. Ataf menambahkan “Seniman dari Utara mengusulkan kami untuk membuka kursus karikatur untuk anak Palestina. Selama 10 hari kami mengajari mereka dasar-dasar karikatur. Dengan menggambar, itu akan mengekspresikan imajinasi mereka di dedaunan dengan cara mengasyikkan. Kami juga menggunakan berbagai warna di kertas. Menariknya anak-anak itu menceritakan kehidupan para tahanan dan kondisi di tengah pengepungan.
.
Hal yang paling menarik dari gambar mereka adalah, mereka tidak menggambarkan keindahan masa kecil anak-anak, melainkan apa yang mereka impikan berupa kebebasan, bebas dari penjajahan dan terlepas dari pengepungan Israel.
.
Hisham Shamli, seorang kartunis yang mengorganisir materi ilmiah dan artistik dari kursus ini, mengatakan bahwa pengalaman anak-anak menggambar karikatur di Kementerian, menyoroti kecenderungan anak-anak yang unggul dalam politik, isu nasional dan bahkan keindahan alam.
.
Shamli meyakinkan bahwa Departemen Kebudayaan baru-baru ini menaruh perhatian besar pada seni karikatur, karena tidak memerlukan banyak aturan. Anak-anak yang berbakat juga bisa menyampaikan ide-ide mereka.
Anak-anak Palestina mungkin kehilangan kebebasan mereka bermain, namun kebebasan mereka berkarya mengembalikan keceriaan mereka.









