Kantor berita Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bekerja sama dengan golongan ekstremis untuk menggagalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
Sementara itu, pernyataan resmi pemerintah Israel mengenai tanggapan Hamas terhadap kesepakatan gencatan senjata adalah mereka akan memeriksanya dan mengirimkan tanggapannya kepada para mediator. Kantor Netanyahu, bersama dengan beberapa sekutu sayap kanan telah berupaya menghentikan seluruh kesepakatan bahkan sebelum pernyataan tersebut pada hari Rabu (3/7).
Badan keamanan dan intelijen terkejut oleh laporan di media Israel yang mengatakan bahwa Israel menolak desakan Hamas untuk menghentikan pertempuran dalam dua fase pertama kesepakatan tersebut.
Yedioth Ahronoth juga mengatakan bahwa pejabat keamanan dan intelijen melihat hal ini sebagai upaya Netanyahu dan golongan sayap kanan untuk menggagalkan kemungkinan dimulainya kembali kontak untuk mencapai kesepakatan.
“Mustahil untuk melebih-lebihkan keseriusan situasi ini,” kata sebuah media berita Israel yang mengutip seorang pejabat keamanan yang mengetahui kesepakatan gencatan senjata.
“Ada situasi di mana para sandera akan dikorbankan karena dia ingin menunda hingga setelah sesi berakhir dan pidato di Kongres [AS],” tambahnya.
Sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








