Adara Relief – Jakarta. Selain jadwal rapat rutin pekanan Adara Relief International, hari ini Kamis, 8 Agustus 2019 ada yang spesial di Adara. Pasangan pengantin baru dari Palestina, DR.Ali Abu Safia (Director of External Relations in UKEAD Organization for Al Quds) dan istrinya berkesempatan datang ke kantor Adara.
Ola Khalid, istri Dr. Ali adalah seorang kandidat doktor farmasi. Selama di Gaza beliau adalah relawan medis di beberapa rumah sakit Gaza.
Ada banyak pengalaman yang dibagikan di hadapan pengurus Adara. Ola menceritakan, seringkali mengalami hal yang membuat hatinya miris akibat blokade Gaza. Persediaan obat-obatan yang minim membuat orang-orang yang sakit terutama anak-anak bertambah menderita.
Bukan hanya minim, obat-obatan seringkali habis. Bantuan mainan untuk menghibur anak-anak di tengah antrian untuk mendapatkan obat sama sekali tidak membantu. Sakit yang mereka rasakan membuat mereka lemah dan sulit menikmati mainan yang diberikan.
Untuk mendapatkan bantuan obat-obatan mereka harus menunggu. Tidak ada kepastian waktu. Terkadang ada bantuan obat-obatan yang diberikan cuma-cuma sudah menjadi kebahagiaan buat mereka. Meskipun obat tersebut belum tentu sesuai dengan penyakit mereka atau dengan dosis yang rendah.
Di akhir pertemuan Dr. Ali menyampaikan penguatan tentang gerakan Kulluna Maryam yang harus terus dihidupkan.






![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


