Penembakan artileri Israel yang disengaja pada Selasa (21/5) malam memaksa petugas medis dan pasien dievakuasi dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara, menurut Kementerian Kesehatan.
Kementerian mengatakan dalam pernyataan pers bahwa pasukan pendudukan Israel menargetkan rumah sakit tersebut, tempat sekitar 150 staf medis merawat pasien, termasuk korban luka, di Unit Perawatan Intensif dan Unit Bedah serta sejumlah bayi baru lahir di inkubator.
Ia menambahkan bahwa staf medis RS terpaksa memindahkan korban dan pasien dalam kondisi yang sangat sulit yang menimbulkan bahaya besar bagi kehidupan mereka di tengah serangan Israel yang tiada henti di sekitar rumah sakit.
Mereka mengecam penembakan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan dan al-Awda sebagai kejahatan lain, yang dapat ditambahkan ke dalam catatan kejahatan keji Israel terhadap fasilitas kesehatan Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, sehingga menyebabkan 22 rumah sakit tidak dapat beroperasi sama sekali, sementara 14 lainnya beroperasi sebagian dalam kondisi yang sangat kritis.
Situasi di Kamal Adwan meningkat ketika tembakan artileri Israel menargetkan bagian penerima tamu dan unit gawat darurat serta gerbang rumah sakit.
Kementerian mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia internasional untuk memberikan tekanan lebih besar pada otoritas pendudukan agar menghentikan agresi genosida mereka dan memastikan adanya perlindungan mendesak terhadap sektor kesehatan Palestina. Menurut statistik Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 500 staf medis Palestina telah terbunuh di Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023.
Sumber: https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








