Defense for Children International (DCI) mengatakan pihaknya telah mendengar kesaksian dari tiga anak yang menggambarkan bagaimana mereka digunakan sebagai perisai manusia oleh pasukan Israel di Tepi Barat selama serangan di Kamp Pengungsi Tulkarem pada 5 Mei.
Menurut DCI yang berbasis di Jenewa, anak-anak tersebut mengatakan bahwa tentara Israel memaksa mereka untuk berjalan di depan ketika tentara menggeledah kamp, dan menggambarkan bahwa dua tentara meletakkan senapan di bahu mereka.
Seorang anak berusia 13 tahun menceritakan bagaimana pasukan Israel menyerbu apartemen keluarganya pada tanggal 6 Mei dan kemudian memaksanya untuk memimpin mereka melewati blok apartemen saat mereka menggeledahnya. Dia mengatakan tentara meletakkan senapan di bahunya dan melepaskan dua tembakan ke arah pintu apartemen.
Seorang anak lain menceritakan bahwa saat rumahnya digerebek, dia dipisahkan secara paksa dari keluarganya dan kemudian disuruh mengetuk pintu gedung apartemen, meminta warga untuk pergi.
“Ketika kami mencapai pintu salah satu apartemen dan menemukannya kosong, tentara meledakkan pintu dan memaksa saya masuk sendirian untuk memeriksanya,” katanya.
sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








