Pemerintah Israel pada Ahad (5/5) dengan suara bulat memutuskan untuk menutup biro televisi Al Jazeera milik Qatar, kantor berita Anadolu melaporkan.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya telah memutuskan untuk menutup operasi Al Jazeera di Palestina Terjajah (Israel).
Bulan lalu, Parlemen Knesset Israel mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan penutupan televisi Al Jazeera .
Berdasarkan undang-undang tersebut, menteri komunikasi diberi wewenang untuk menutup jaringan asing yang beroperasi di “Israel” dan menyita peralatan mereka jika menteri pertahanan mengidentifikasi bahwa siaran mereka menimbulkan bahaya nyata bagi keamanan negara.
“Perintah kami akan segera berlaku,” kata Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi setelah menandatangani perintah untuk menutup saluran tersebut.
“Sudah terlalu banyak waktu yang berlalu dan terlalu banyak rintangan hukum yang tidak perlu untuk akhirnya menghentikan mesin provokasi yang terorganisasi dengan baik dari Al Jazeera, yang merugikan keamanan negara.”
Al Jazeera memiliki kantor di Israel dan tim koresponden yang bekerja sepanjang tahun, termasuk meliput perang terus-menerus Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 34.700 orang sejak 7 Oktober 2023.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








