Keputusan Presiden Universitas Columbia Minouche Shafik pekan lalu yang meminta polisi menangkap puluhan pengunjuk rasa sebagian besar menjadi pemicu gerakan protes yang lebih luas.
Protes mahasiswa anti-perang menyebar dan meningkat di universitas-universitas Amerika pada hari Selasa (22/04) ketika para demonstran menuntut agar institusi pendidikan tinggi mengutuk perang Israel di Jalur Gaza yang terkepung dan melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan Israel.
Penangkapan lebih dari 100 orang pada hari Kamis membuat marah para mahasiswa yang dengan gigih mengupayakan gencatan senjata segera untuk mengakhiri pertumpahan darah di Gaza, sekaligus menambah semangat gelombang pengunjuk rasa baru.
Di Universitas Columbia, pengunjuk rasa mengubah taktik demonstrasi mereka dengan berpindah ke halaman rumput yang berdekatan dengan “Perkemahan Solidaritas Gaza” yang telah “dibersihkan” oleh polisi. Bergabung pula fotografer Palestina Motaz Azaiza dan Najla Said, putri mendiang intelektual Palestina Edward Said.
Protes juga menyebar dengan cepat di kampus-kampus lainnya, termasuk di Universitas New York dan New School di Manhattan, serta Universitas Harvard dekat Boston dan Yale di Connecticut.
Lebih dari 130 orang, termasuk mahasiswa dan profesor, ditangkap pada Senin malam di Universitas New York. Mereka dibebaskan dengan surat panggilan pengadilan yang mengharuskan mereka hadir di hadapan hakim.
Para pengunjuk rasa di Universitas Yale di Connecticut memilih untuk tidur lapangan terbuka demi menghindari ancaman penangkapan jika mereka kembali mendirikan tenda. Sementara itu, Universitas Harvard Yard tetap tutup pada Selasa, dan otoritas kampus memeriksa kartu identitas mahasiswa sebelum mengizinkan siapa pun yang masuk ke kampus.
Protes juga terjadi di kampus-kampus lainnya, seperti di California State Polytechnic University, Universitas Minnesota, Swarthmore College dan Universitas Pittsburgh di Pennsylvania, Universitas Rochester di New York, Institut Teknologi Massachusetts, Universitas Tufts dan Emerson College di Massachusetts, dan Universitas Michigan di Ann Arbor.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








