Dewan Keamanan PBB pada Senin (25/3) mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza, hampir enam bulan setelah serangan Israel di Jalur Gaza dimulai.
Resolusi tersebut diadopsi setelah AS abstain, sebuah perubahan besar dari posisi AS sebelumnya yang telah memveto tiga upaya resolusi gencatan senjata dalam beberapa bulan terakhir.
Pekan lalu, Rusia dan Tiongkok memveto usulan resolusi gencatan senjata yang diajukan AS. Resolusi tersebut menyerukan pembebasan tanpa syarat bagi sisa sandera di Jalur Gaza sebagai prasyarat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Hamas menyambut baik resolusi tersebut dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka siap untuk segera melakukan pertukaran tawanan dengan Israel. Sejak Oktober 2023, Hamas telah mengusulkan sejumlah pertukaran tawanan dengan Israel, dengan ratusan atau ribuan warga Palestina yang ditawan Israel akan dibebaskan sebagai imbalan atas pembebasan warga Israel yang disandera di Gaza.
Sebelumnya, Hamas bersama dengan faksi-faksi Palestina lainnya membebaskan sekitar 50 sandera selama jeda sementara pertempuran pada November lalu. Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 240 perempuan dan anak-anak Palestina dari penjara mereka. Namun demikian, pasukan Israel telah menangkap kembali sejumlah tawanan Palestina yang dibebaskan.
Israel, pada bagiannya, menolak resolusi tersebut dan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS telah “meninggalkan” posisi sebelumnya yang mengaitkan gencatan senjata dengan pembebasan sandera.
Netanyahu juga mengumumkan pembatalan kunjungan delegasi Israel ke Washington, yang dijadwalkan bertemu dengan para pejabat AS pada akhir pekan ini. Perdana Menteri Israel menambahkan bahwa dia tidak akan menghentikan perang selama sandera masih ditahan di Gaza.
Juru Bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa AS “bingung” dengan reaksi Israel, dan menunjukkan bahwa pemerintahan Biden “belum mengubah posisinya.” Kirby menambahkan bahwa resolusi PBB “tidak mengikat, jadi tidak ada dampak sama sekali terhadap kemampuan Israel untuk menyerang Hamas.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








