Dua rumah sakit besar di Gaza diserang pada Minggu pagi (24/9) ketika ribuan warga Palestina di wilayah pesisir tersebut hidup di bawah pengeboman selama 170 hari terakhir.
Semalam, pasukan Israel melakukan delapan pembantaian di berbagai wilayah Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan melalui Telegram bahwa pembantaian tersebut telah membunuh sedikitnya 84 orang dan melukai 106 lainnya. Ribuan orang juga masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang dibom.
Pasukan Israel juga menembaki dan mengebom lingkungan sekitar Rumah Sakit al-Amal di Khan Younis, menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina ( PRCS ). Amir Abu Aisha, seorang sukarelawan PRCS, terbunuh oleh tembakan Israel yang menargetkan RS al-Amal. Postingan terakhir Abu Aisha di Instagram adalah video serangan udara Israel di dekat al-Amal.
PRCS mengatakan bahwa tim medis di dalam fasilitas tersebut dalam bahaya ekstrem dan tidak bisa bergerak sama sekali. “Mereka tidak dapat menguburkan jenazah rekan kami Amir Abu Aisha di halaman belakang rumah sakit.”
Sejak Oktober, pengeboman Israel telah membunuh sedikitnya 364 pekerja medis di Jalur Gaza, termasuk dokter, perawat, dan paramedis, serta merusak puluhan klinik dan ambulans.
PRCS mengatakan bahwa salah satu pengungsi Palestina di al-Amal terluka di kepala, sementara drone Israel memerintahkan agar semua orang di dalam rumah sakit “dibiarkan telanjang.” Melalui postingan di X, PRCS menuliskan, “Bom asap diluncurkan ke rumah sakit untuk memaksa staf, pasien yang terluka, dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal untuk meninggalkan rumah sakit.”
“Kendaraan Israel [sedang] mengelilingi Rumah Sakit Al-Amal dan sekarang melibas area depan dan sekitarnya serta menutup gerbang rumah sakit dengan penghalang,” tambah postingan tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








