Pada Senin dini hari, pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit al-Shifa di Gaza utara dengan tank dan tembakan keras. Terdapat sejumlah orang yang syahid dan terluka dalam serangan gencar Israel, yang dimulai sekitar pukul 02.00 pagi.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sekitar 30.000 orang, termasuk warga sipil yang mengungsi, pasien yang terluka, dan staf medis, terjebak di dalam kompleks tersebut. Peluru penembak jitu dan quadcopter menargetkan siapa saja yang mencoba bergerak.
Kebakaran juga terjadi di pintu masuk rumah sakit, sehingga menyebabkan sesak napas yang terjadi di antara para pengungsi perempuan dan anak-anak yang berada di dalamnya.
Kurang dari dua jam setelah serangan dimulai, militer Israel mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan “operasi tepat” di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza, mengklaim bahwa Hamas menggunakan fasilitas medis tersebut untuk “melakukan dan mempromosikan aktivitas teroris.”
“Kami tahu bahwa teroris senior Hamas telah berkumpul kembali di dalam Rumah Sakit [al-Shifa] dan menggunakannya untuk memerintahkan serangan terhadap Israel,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari dalam sebuah video yang diposting di X.
Militer Israel menggunakan klaim serupa yang belum diverifikasi untuk membenarkan tiga serangan sebelumnya terhadap kompleks medis, yang membunuh puluhan warga Palestina.
Hagari menambahkan dalam pernyataan video berbahasa Inggrisnya bahwa militer Israel akan melakukan “upaya kemanusiaan” selama serangan yang direncanakan, dengan menyediakan makanan dan air. Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa “tidak ada kewajiban” bagi pasien dan staf medis untuk mengevakuasi rumah sakit.
Namun, dalam bahasa Arab, juru bicara militer Israel Avichay Adraee meminta warga Palestina untuk mengevakuasi rumah sakit dan sekitarnya, “Untuk menjaga keamanan Anda, Anda harus segera mengevakuasi diri ke barat melintasi Al-Rashid (Al- Bahr), kemudian jalan ke selatan menuju kawasan kemanusiaan di Al-Mawasi,” tulisnya di halaman X (twitter).
Al-Mawasi, sebuah “zona kemanusiaan” di bagian barat Khan Younis, adalah sebidang tanah yang sangat padat di bagian barat Jalur Gaza, dan berfungsi sebagai salah satu dari sedikit wilayah yang ditetapkan aman di Gaza meskipun menjadi sasaran tembakan Israel.
Menurut koresponden Al Jazeera yang berbasis di Gaza , Hani Mahmoud, “selebaran yang dijatuhkan oleh militer Israel memberitahu orang-orang di dalam Rumah Sakit al-Shifa dan seluruh blok perumahan di sekitar lingkungan kompleks medis untuk segera mengungsi.”
“Orang-orang terjebak antara apakah akan pergi dan mempercayai pernyataan tersebut atau tetap di tempat mereka sekarang. Kita berbicara tentang ribuan warga Palestina yang berlindung di dalam kompleks tersebut sejak dimulainya perang,” lanjut Mahmoud.
“Pada awal Desember, militer Israel membuat daftar tuduhan dan menyerbu Rumah Sakit al-Shifa, menghancurkan sebagian besar propertinya, dan secara brutal merusak bangunan-bangunan besar dan peralatan medis di dalam rumah sakit. Sekitar 250 orang ditangkap dari dalam rumah sakit,” kata Mahmoud.
The Times of Israel, mengutip militer Israel dan melaporkan bahwa tentara telah menguasai Rumah Sakit al-Shifa dan menahan 80 orang sejak serangan terbaru dimulai.
Dalam pernyataan bersama, faksi-faksi Palestina mengatakan bahwa penargetan rumah sakit “adalah kelanjutan dari agresi genosida yang dilancarkan oleh penjajah terhadap rakyat Palestina dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap semua konvensi dan hukum internasional,” lapor Al Jazeera.
Kementerian Kesehatan Gaza menggambarkan serangan itu sebagai pembantaian terhadap orang sakit, yang terluka, dan pengungsi. Kementerian juga meminta semua lembaga internasional untuk segera menghentikan invasi tersebut.
“Apa yang dilakukan pasukan Israel merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional,” lanjut Kementerian.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








