Menteri Keamanan Nasional Ekstrimis Sayap Kanan Israel, Itamar Ben-Gvir pada Minggu (3/3) menuntut agar Komisaris Polisi Kobi Shabtai mengizinkan hanya beberapa ribu umat Islam Palestina untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan.
Surat kabar Maariv Israel melaporkan, “Ben-Gvir mengatakan kepada Shabtai selama pertemuan mereka bahwa membatasi jumlah jamaah di Masjid Al-Aqsa hanya dengan beberapa ribu adalah hal yang tepat, sehingga polisi akan sepenuhnya siap dan mampu merespons dengan cepat jika terjadi kerusuhan.”
Badan keamanan dan petinggi politik di Israel belum memutuskan bagaimana cara masuk jamaah ke Masjid Al-Aqsa akan diatur selama Ramadan, yang diperkirakan akan dimulai pada 11 Maret, menurut perhitungan astronomi tahun ini.
Menurut Maariv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengadakan diskusi tambahan mengenai masalah pembatasan di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan, dengan dihadiri oleh Ben-Gvir, Shabtai, pejabat di Shin Bet, dan tentara Israel.
Bulan lalu, dinas keamanan Israel menyatakan keberatan mereka terhadap niat Ben-Gvir untuk mencegah masuknya warga Palestina dari wilayah yang dijajah pada 1948, Al-Quds, dan Tepi Barat ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadan, dengan memperingatkan bahwa hal ini akan menyebabkan ketegangan di Tepi Barat dan Yerusalem (Al-Quds).
Pembicaraan tentang pembatasan masuknya jamaah Palestina ke Al-Aqsa selama bulan Ramadan telah memicu kecaman luas dari masyarakat lokal dan Arab, mengingat status kesucian masjid tersebut di kalangan umat Islam.
Sejak awal perang di Jalur Gaza, polisi Israel telah memberlakukan pembatasan masuknya jamaah Palestina dari seluruh wilayah ke Masjid Al-Aqsa, terutama pada hari Jumat.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








