Warga sipil di Gaza masih tidak dapat mengakses layanan kesehatan yang layak di tengah serangan kejam Israel, bahkan rumah sakit di Gaza telah berubah menjadi rumah mayat.
Selama misi evakuasi ke Rumah Sakit Nasser, Jonathan Whittal, pejabat senior urusan kemanusiaan di Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menggambarkan kondisi mengerikan yang telah mengubah “tempat penyembuhan” menjadi “tempat kematian.”
“Ada 150 pasien di salah satu gedung ini. Mereka tidak memiliki makanan dan air, tidak ada listrik. Hanya ada sedikit dokter dan perawat yang tersisa di rumah sakit ini. Kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Whittall dalam video di X (twitter).
“Ada mayat di koridor. Pasien berada dalam situasi putus asa. Ini telah menjadi tempat kematian, bukan tempat penyembuhan.”
Para pekerja medis mengatakan mereka tidak ingin dievakuasi, sebab seharusnya yang dilakukan adalah memberi perlindungan fasilitas medis dan fungsi penting rumah sakit agar dipulihkan sehingga mereka dapat terus merawat pasien di sana.
“Pekan terakhir sungguh menyedihkan; ini adalah mimpi buruk bagi para pekerja di rumah sakit yang dikepung Israel. Hal-hal yang mereka lihat menimbulkan trauma, dan mereka meminta bantuan. Mereka sebenarnya tidak meminta untuk dievakuasi dari rumah sakit, tapi meminta agar rumah sakit tersebut berfungsi, agar lampu dapat menyala kembali, dan tersedianya obat-obatan yang diperlukan untuk merawat 150 pasien,” kata dr. Thaer Ahmad, seorang dokter sukarelawan di Rumah Sakit Nasser kepada Al Jazeera pada Januari.
Sementara itu, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) memperingatkan situasi mengerikan di Rumah Sakit al-Amal diakibatkan oleh pengepungan yang sedang berlangsung dan penargetan yang dilakukan oleh penjajahan Israel selama 30 hari berturut-turut”.
PRCS, sekali lagi, menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan guna melindungi rumah sakit tersebut dan untuk menghentikan pengepungan yang dilakukan sebelum terlambat dan rumah sakit tersebut terpaksa tidak dapat beroperasi lagi.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








