Kementerian Kebudayaan Palestina pada Kamis (22/2) mengumumkan bahwa Israel telah menghancurkan rumah mantan Presiden Palestina Yasser Afarat di Jalur Gaza.
Menteri Kebudayaan Atef Abu Saif mengatakan dalam siaran persnya, “Israel menargetkan dan menghancurkan kediaman tokoh pemimpin Palestina, Yasser Arafat, merupakan sebuah bentuk serangan yang berkelanjutan tanpa henti,” tulis Reuters.
Abu Saif mengatakan serangan Israel bertujuan untuk “menghilangkan simbol martabat dan perjuangan rakyat Palestina.” Tentara Israel tidak mengomentari insiden tersebut yang terjadi saat perang di Gaza memasuki hari ke-140.
Abu Saif menekankan bahwa kediaman Arafat “menyimpan barang-barang pribadi dan keluarga pemimpin Palestina dan telah menyaksikan banyak momen penting dalam sejarah rakyat Palestina selama kehadirannya di Gaza pada awal berdirinya Otoritas Palestina.”
“Rumah itu juga berisi pameran yang menampilkan berbagai tahapan kehidupan Arafat, merinci perjuangan dan dedikasinya terhadap kebebasan rakyatnya, serta karya seni lainnya.”
“Rumah tersebut, dengan makna sejarah dan lokasinya, akan tetap menjadi bukti momen-momen penting dalam sejarah kita, sementara tindakan penghancuran yang dilakukan oleh Israel akan menjadi bukti lebih lanjut atas kebrutalan mereka,” tegas Abu Saif.
Dia melanjutkan, “Serangan terhadap warisan budaya Palestina selama perang yang sedang berlangsung di Gaza, termasuk bangunan bersejarah, masjid, gereja, pusat kebudayaan, situs warisan, museum, perpustakaan, penerbitan, dan universitas, merupakan bentuk konsisten dari taktik destruktif yang dilakukan oleh Israel.
Arafat meninggal pada tahun 2004 dan dimakamkan di alun-alun kantor pusat di Ramallah, tempat dia tinggal sejak tahun 2002.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








