Pemerintah Israel pada Ahad (18/2) menyetujui deklarasi penolakan pengakuan sepihak atas negara Palestina.
“Israel dengan tegas menolak diktat internasional seputar penyelesaian permanen dengan Palestina,” demikian bunyi keputusan Kabinet yang dikutip oleh The Times of Israel. Penyelesaian akan tercapai, hanya jika terjadi negosiasi langsung antara kedua belah pihak, tanpa prasyarat.
Menjelang rapat kabinet pada Ahad (18/2), PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan menyampaikan deklarasi yang menolak tekanan internasional untuk memaksakan negara Palestina pada Israel secara sepihak.
“Israel akan terus menentang pengakuan sepihak atas negara Palestina,” kata keputusan kabinet tersebut, dan menyebut tindakan tersebut sebagai hadiah teror yang sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya kepada Israel.
Menurut surat kabar Washington Post, AS dan sejumlah negara Arab sedang menyelesaikan rencana perdamaian jangka panjang antara Israel dan Palestina. Rencana tersebut mencakup “jadwal waktu yang pasti untuk pembentukan negara Palestina, yang dapat diumumkan paling cepat beberapa pekan ke depan,” katanya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Sabtu (17/2) bahwa Israel memiliki peluang besar untuk mencapai perdamaian dengan Palestina, dan menambahkan bahwa pembentukan negara Palestina telah menjadi kebutuhan yang mendesak.
Israel menduduki Al-Quds (Yerusalem) Timur selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Mereka mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaim seluruh Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kotanya yang abadi dan tidak terbagi dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Sebelumnya, setelah tiga hari perundingan gencatan senjata, kelompok pejuang Palestina mengumumkan bahwa mereka tidak akan menerima apa pun selain penghentian agresi secara sepenuhnya, penarikan tentara pendudukan dari Gaza, dan pencabutan pengepungan yang tidak adil.
Sumber:
https://www.#
https://mondoweiss.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








