Di tengah serangan Israel yang tiada henti, penduduk Gaza mengalami kelaparan akibat pengepungan Israel yang terus berlanjut di wilayah tersebut, sehingga membatasi masuknya bantuan kemanusiaan.
Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan pemerintah Israel tidak mengizinkan bantuan masuk ke Gaza meskipun ada janji kepada pemerintah AS.
“Tepung tersebut tidak masuk seperti yang kami perkirakan, dan kami berharap Israel akan menindaklanjuti komitmennya untuk memasukkan tepung tersebut ke Gaza,” kata Sullivan, menurut Al Jazeera.
Sementara Israel terus memblokir pengiriman bantuan kemanusiaan yang penting ke Gaza, Menteri Luar Negeri Israel, Katz, mengatakan kepada rekannya dari Jerman, Annalena Baerbock, bahwa UNRWA tidak dapat menjadi bagian dari bantuan kemanusiaan di Gaza dalam kondisi apa pun.
Menyusul klaim Israel bahwa UNRWA bekerja sama dengan kelompok pejuang Palestina (klaim yang tidak dapat dibuktikan oleh Israel) sejumlah besar negara, termasuk Jerman, menangguhkan pendanaan mereka kepada badan tersebut.
“Ini adalah proporsi tertinggi dari seluruh populasi yang mengalami krisis ketahanan pangan. Hampir semua rumah tangga melewatkan waktu makan setiap hari. Beberapa keluarga menjalani siang dan malam tanpa makan,” menurut pernyataan bersama dari berbagai organisasi, termasuk Action Against Hunger dan Save the Children.
Saat ini, seluruh penduduk hidup dalam kelaparan tingkat krisis, dan satu dari empat rumah tangga, yang berjumlah lebih dari 500.000 orang, menghadapi kondisi bencana.
“Risiko kelaparan meningkat setiap hari di Gaza karena berlanjutnya perang dan blokade terhadap Jalur Gaza,” kata kelompok tersebut, mengutip Resolusi Dewan Keamanan PBB 2417, yang mengutuk penggunaan kelaparan warga sipil sebagai metode untuk melakukan kekerasan perang.
Pernyataan tersebut menyimpulkan bahwa gencatan senjata yang segera dan permanen, serta peningkatan bantuan kemanusiaan secara besar-besaran, adalah satu-satunya cara untuk menghindari kelaparan di wilayah Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








