Kantor berita WAFA melaporkan rincian lebih lanjut mengenai daerah-daerah di Rafah yang menjadi sasaran pengeboman pesawat tempur dan kapal-kapal angkatan laut Israel pada Senin (12/2) malam. Israel telah memulai rangkaian pengebomannya ke wilayah Rafah, dengan menyerang tempat-tempat berikut:
- Masjid Al-Rahma di Al-Shaboura dan masjid Al-Huda di Kamp Yabna
- Gaza tengah dekat markas Bulan Sabit Merah Palestina.
- Daerah yang dekat dengan perbatasan dengan Mesir.
- Penembakan berat di daerah sekitar Rumah Sakit Kuwait.
Direktur Rumah Sakit Kuwait, Suhaib Al-Hams, mengatakan, “Rumah sakit penuh dengan orang-orang yang terluka dalam situasi yang sangat berbahaya, dan tidak ada cukup obat,” lapor WAFA.
Orang-orang yang terluka telah dibawa ke Rumah Sakit Kuwait di Rafah, sementara ratusan orang lainnya dilaporkan melarikan diri ke halaman rumah sakit untuk berlindung dari bombardir Israel.
Sebelumnya, rencana Israel menyerang Rafah adalah untuk menduduki zona sepanjang 14 kilometer, yang dikenal sebagai “Koridor Philadelphia”, yang berbatasan dengan Mesir dan Gaza selatan, yang membentang dari Laut Mediterania di sebelah barat hingga Penyeberangan Karem Abu Salem di sebelah timur.
“Poros Philadelphia” berada di bawah kendali Israel hingga tahun 2005, ketika mantan PM Israel Ariel Sharon menarik pasukannya dan membongkar permukiman di Jalur Gaza. Sejak saat itu, zona perbatasan telah dijaga oleh tentara Mesir dan pemerintah Palestina di Gaza. Pada Desember, Kabinet perang Israel menyimpulkan bahwa untuk melucuti senjata Hamas dan gerakan perlawanan Palestina sepenuhnya, pasukan Israel harus melancarkan invasi ke Rafah.
Israel mengklaim bahwa Hamas mengoperasikan terowongan-terowongan di bawah Rafah menuju Sinai, meskipun pihak berwenang Mesir mengatakan bahwa mereka telah membanjiri terowongan-terowongan tersebut dan menghancurkannya dalam satu dekade terakhir.
Pada hari Minggu (11/2), seorang pemimpin Hamas mengatakan kepada Al-Aqsa TV bahwa serangan Israel ke Rafah berarti menghancurkan perundingan pertukaran tawanan, yang diprakarsai oleh Qatar, Mesir, dan CIA. “Netanyahu berusaha lari dari kesepakatan pertukaran (dengan Hamas) dengan (berencana) melakukan genosida dan bencana kemanusiaan lainnya di Gaza,” tambahnya.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menekankan peringatan dari beberapa negara anggota Uni Eropa bahwa serangan Israel di Rafah dapat menyebabkan bencana kemanusiaan tak terbilang dan meningkatkan ketegangan dengan Mesir. Borrell berharap negosiasi dilanjutkan untuk membebaskan sandera dan menghentikan pertumpahan darah.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, hingga hari ini, pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 112 warga Palestina dan melukai 173 lainnya dalam 24 jam terakhir dalam 14 “pembantaian”. Hal ini menjadikan jumlah syuhada di pihak Palestina dalam empat bulan terakhir menjadi lebih dari 28.176 orang, dengan lebih dari 67.784 orang terluka dan 7.000 orang hilang, yang diyakini telah terbunuh atau terkubur di bawah reruntuhan. Lebih dari 70 persen korban adalah anak-anak dan perempuan, menurut pejabat kesehatan.
Sebelum melakukan serangan, beberapa tokoh dunia mengomentari hal ini. Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, menulis di platform X bahwa dia “sangat prihatin dengan kemungkinan serangan militer di Rafah – lebih dari setengah populasi Gaza berlindung di area tersebut.”
Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab, mengatakan pada Sabtu (10/2) bahwa Rafah adalah tempat terakhir bagi ribuan warga pengungsi Palestina di Gaza, dan serangan yang direncanakan Israel tersebut mengancam stabilitas seluruh wilayah.
“Dunia harus memperhatikan bahaya praktik Israel yang didorong oleh agenda ekstremis sayap kanan yang ingin mengosongkan Jalur Gaza dari populasi penduduknya. Pembersihan etnis seharusnya tidak memiliki tempat di era (modern) ini,” tambahnya.
sumber:
https://mondoweiss.net
https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








