Tahun 2024 menyapa dunia, tak terkecuali Palestina. Sementara dunia bergembira, anak-anak Palestina harus bertahan dari penderitaan yang disebabkan agresi genosida Israel yang belum berakhir. Mereka mengatakan bahwa mereka telah kehilangan segalanya, kecuali iman dan harapan akan hari esok yang lebih baik. (Abdul Hakim Abu Rish/Al Jazeera)
Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan bahwa situasi layanan kesehatan di Gaza sangat buruk di tengah berlanjutnya agresi pasukan penjajahan Israel. Pada hari ke-87 (1/1), jumlah rumah sakit yang beroperasi telah anjlok dari 36 menjadi hanya sembilan. Al- Kaila mengungkapkan kondisi RS yang memprihatinkan di Gaza selatan, dengan kurangnya pasokan medis, obat-obatan, dan listrik. Setidaknya 21.978 orang terbunuh dan 57.697 luka-luka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. (WAFA, Al Jazeera, Morocco World News)
Israel akan hadir di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag untuk menentang tudingan Afrika Selatan bahwa mereka melakukan genosida terhadap warga Palestina dalam perangnya dengan Hamas, kata juru bicara pemerintah Israel (2/1). Afrika Selatan telah meluncurkan kasus terhadap Israel, dengan mengatakan bahwa besarnya jumlah kematian, kehancuran dan tingkat krisis kemanusiaan di Jalur Gaza memenuhi ambang batas Konvensi Genosida 1948 berdasarkan hukum internasional. (The Times of Israel, Al Jazeera)
Israel membunuh pejabat senior Hamas, Saleh al-Arouri, dalam serangan yang ditargetkan di Beirut Ibu Kota Lebanon pada Selasa (2/1). Hal ini meningkatkan risiko perluasan konflik di tengah serangan Israel yang menghancurkan di Jalur Gaza. Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas mengecam pembunuhan tersebut dan mengatakan sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan perluasan agresi. (Middle East Eye)
Militer Israel kembali menyerang Kota Khan Younis di selatan Gaza, dengan tembakan artileri tanpa henti dan serangan udara ke daerah permukiman (3/1). Sementara itu, buldoser Israel berada di lahan pertanian sehingga menciptakan “zona penyangga”, dan memaksa orang- orang mengungsi ke wilayah yang lebih kecil di Jalur Gaza. (Ali Jadallah/Anadolu)
Pengeboman Israel yang tiada henti di kamp pengungsi Nuseirat telah memaksa ratusan warga Palestina untuk mengungsi sekali lagi dari Jalur Gaza tengah (3/1). Beberapa dari mereka pergi dengan berjalan kaki atau naik kereta yang ditarik keledai karena kekurangan bahan bakar. Sementara, jalanan berlumpur dan terendam banjir setelah hujan lebat semalaman. (Abdul Hakim Abu Rish/Al Jazeera)
Kelaparan tidak hanya melanda warga Palestina, tetapi juga hewan-hewan di kebun binatang Gaza (4/1). Empat monyet telah mati dan sisanya dalam kondisi sangat lemah sehingga tidak mampu makan sendiri. Kebun binatang tersebut dimiliki dan dikelola oleh keluarga Ahmed Gomaa, yang telah mengungsi ke kebun binatang tersebut sebelum Israel menghancurkan rumah mereka. [Muhammad Salem/Reuters, AFP, Anadolu]
Militer Israel melancarkan serangan udara, darat dan laut terhadap lebih dari 100 sasaran di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir (5/1), menyebabkan 125 orang terbunuh dan 318 luka-luka. Operasi militer Israel telah mengusir lebih dari 85 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza dari rumah mereka. (Ali Jadallah/ Anadolu Agency, Al Jazeera)
Protes massal terjadi di Israel (Palestina yang dijajah) ketika demonstran menyerukan dipulangkannya sandera Israel yang berada di Gaza, diselesaikannya pemerintahan PM Netanyahu, dan diakhirinya perang di Gaza (6/1). Demonstrasi kali itu merupakan yangterbesar dalam beberapa pekan terakhir dengan ribuan demonstran yang turun dalam protes tersebut. (Alexandre Meneghini/Reuters)
Rompi pers dikenakan pada tubuh jurnalis Palestina Hamza Al-Dahdouh pada saat pemakamannya di Rafah (7/1). Hamzah merupakan putra jurnalis Al Jazeera Wael Al-Dahdouh, ia terbunuh bersama dengan seorang rekan jurnalisnya dalam serangan Israel yang menyasar kendaraan yang ditumpangi. (Ibrahim Abu Mustafa/ Reuters)
Jenazah seorang warga Palestina tertimpa reruntuhan rumah yang hancur setelah serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan (7/1). Sementara itu, warga berupaya mengangkat reruntuhan yang berada di atasnya untuk mengevakuasi jenazah (Fatima Shbair/ AP Photo)
Warga Palestina, termasuk anak-anak, mengantre untuk mendapatkan makanan selama serangan udara dan darat Israel yang berlangsung di Rafah (9/1). Ini adalah kenyataan sehari- hari yang dihadapi penduduk Gaza setelah Israel menutup sama sekali akses terhadap makanan, air bersih, listrik, dan bahan bakar, serta menghancurkan kebun-kebun mereka. (Hatem Ali/ AP Photo)
Seorang pria Palestina yang terluka akibat serangan Israel, menerima perawatan di Rumah Sakit al-Aqsa (10/1), di Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah. (Mohammed Al- Masri/ Reuters)
Demonstrasi pro Palestina dan pro Israel terjadi di Deng Haag ketika Afrika Selatan membuka kasus di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait genosida Israel yang dilakukan di Gaza dan menuntut diakhirinya tindakan ofensif Israel (11/1). Pengunjuk rasa pro-Israel mengibarkan bendera dan berbaris di jalan-jalan, sementara para pendukung Palestina mengusung plakat yang bertuliskan: “Akhiri apartheid Israel” dan “Stop Genosida”. (Thilo Schmuelgen/Reuters, Al Jazeera)
Tepi Barat terus menghadapi serangan besar dari Pasukan Israel (12/1). Sejumlah rumah dan jalan hancur akibat serangan tentara Israel di kamp pengungsi Balata di Tepi Barat yang diduduki. Banyak penduduk Balata mengatakan kekhawatiran mereka akan terulangnya Nakba Di Tepi Barat. (Angelo Calianno/ MEE)
Dari London hingga Johannesburg, orang-orang turun ke jalan pada Sabtu (12/1) untuk menuntut gencatan senjata dan memprotes agresi Israel di Gaza menjelang agresi tersebut memasuki hari ke-100 pada Ahad. Orang-orang berdemonstrasi di Malaysia, Afrika Selatan, Inggris, dan Indonesia, juga di Thailand, Jepang, Italia, Yunani dan Pakistan. Demonstrasi tersebut merupakan bagian dari “Hari Aksi Global untuk Palestina” dan menyerukan diakhirinya pertumpahan darah yang telah membunuh 23.843 orang dan melukai lebih dari 60.317 orang (Foto: Toby Melville/Reuters, Al Jazeera)
Tentara Israel menangkap 15 warga Palestina lainnya dalam serangan militer pada Sabtu dini hari (13/1) di Tepi Barat yang diduduki. Klub Tawanan Palestina dan Otoritas Urusan Tawanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa dengan penangkapan terbaru, maka jumlah tawanan Palestina di Tepi Barat telah meningkat menjadi 5.835 sejak 7 Oktober. (Anadolu/ MEMO)
Selama 100 hari terakhir, pengeboman tanpa henti yang dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza – salah satu wilayah terpadat di dunia – telah menyebabkan pembantaian dan kehancuran dalam jumlah besar dalam sejarah. Lebih dari 23.000 warga Palestina terbunuh, lebih dari dua pertiganya adalah perempuan dan anak-anak (14/1). Dalam foto ini, keluarga-keluarga Palestina berjalan melalui pemakaman yang penuh sesak di Kota Gaza untuk mencari tempat peristirahatan orang yang mereka cintai (Mohammed al-Hajjar/ MEE)
Tentara Israel, pada Senin (15/1), menarik Divisi ke-36 dari Jalur Gaza untuk beristirahat dan berlatih. Menurut Radio Tentara Israel, tiga divisi lainnya akan tetap berada di Gaza sebagai bagian dari serangan Israel. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari rencana tentara Israel untuk melancarkan perang panjang di Jalur Gaza. Penarikan divisi militer tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan petinggi Israel. (Anadolu/ Times of Israel/ CNN/ MEMO)
Seorang kerabat menggendong Alul, bayi 6 bulan, saat pemakaman ibunya yang berusia 21 tahun (16/1). Ahed Muhammad, ibu tersebut, dibunuh tentara Israel dalam sebuah serangan di Dura, selatan Hebron di Tepi Barat yang dijajah. (Mussa Qawasma/ Reuters)
Nelayan Palestina di Rafah, selatan Gaza, berupaya untuk melaut di tengah agresi yang sedang berlangsung (16/1). Nelayan Gaza telah lama menjadi sasaran larangan ketat Israel mengenai seberapa jauh mereka dapat menangkap ikan, namun sejak agresi mematikan tersebut dimulai pada 7 Oktober, mereka hanya berani menjelajah sekitar 100 meter dari pantai. (Mohammed Salem/ Reuters, Ashraq al-Awsath)
Ayah dari seorang gadis cilik Palestina, Masa Shoman, membawa jenazah putrinya ke pemakaman di Rafah, selatan Gaza (17/1). Masa terbunuh akibat pengeboman Israel (AFP, CNN)
Para pengunjuk rasa memprotes masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza hingga para sandera Israel dibebaskan seluruhnya (18/1). Pengunjuk rasa berdemo di dekat penyeberangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom), titik perlintasan truk bantuan yang memasuki Jalur Gaza dari Mesir, di Palestina yang terjajah. (Tyrone Siu/ Reuters)
Pengungsi Palestina yang menggunakan kartu e-SIM berupaya mendapatkan sinyal di sebuah bukit di Rafah, di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Pemutusan layanan komunikasi dan internet oleh Israel di Jalur Gaza memasuki hari ketujuh pada Jumat (19/1). Hal ini disebut sebagai pemutusan layanan komunikasi terpanjang sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023 lalu. Perusahaan telekomunikasi Palestina (Paltel) dan Ooredoo Palestine mengumumkan penghentian total komunikasi dan layanan internet. (AFP)
UNICEF melaporkan bahwa 20.000 anak telah lahir di Jalur Gaza sejak Israel melancarkan perang genosida yang menghancurkan pada 7 Oktober 2023, sebagaimana disampaikan pakar komunikasi UNICEF, Tess Ingram, dalam pernyataan di Jenewa (20/1). Ingram mengatakan bahwa selama 105 hari agresi di Jalur Gaza, sekitar 20.000 bayi dilahirkan dalam suasana perang, artinya satu bayi lahir setiap 10 menit, dalam situasi ibu yang menghadapi gizi buruk dan air yang tidak aman. (MEMO)
Kepala Otoritas Purbakala Israel mengatakan dalam serangkaian foto dan video bahwa militer Israel telah mencuri artefak dari Gaza dan memajangnya di Knesset (21/1). Salah satu keterangan yang menyertai foto barang-barang yang dijarah berbunyi: “Sebuah etalase kecil ditempatkan di Knesset.” (MEE)
Kapal militer Prancis, yang berfungsi sebagai rumah sakit untuk merawat warga Palestina yang terluka, terlihat di pelabuhan El Arish, Mesir (21/1), yang berjarak 50 km (30 mil) dari sebelah barat Jalur Gaza. Kapal tersebut telah berlabuh sejak November, dilengkapi dengan bangsal, ruang operasi dan 70 staf medis. Hampir 120 orang dirawat di RS lapangan ini, sementara ratusan lainnya telah diperiksa untuk konsultasi rawat jalan, termasuk tindak lanjut mengenai cedera dan masalah kejiwaan. Kapten Alexandre Blonce, menyebutnya sebagai “misi yang belum pernah terjadi sebelumnya”. (Khaled Desauki/ AFP)
Tentara Israel pada Senin (22/1) untuk pertama kalinya maju ke Distrik al-Mawasi dekat pantai Mediterania di sebelah barat Khan Younis, kota utama di Gaza selatan. Di sana, mereka menyerbu Rumah Sakit Umum Al-Khair dan menangkap staf medis, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra kepada kantor berita Reuters. Penyerbuan ini memaksa mereka untuk kembali mengungsi, meninggalkan Khan Younis menuju Rafah. (Ibrahim Abu Mustafa/Reuters)
Sebanyak 24 tentara Israel tewas di Gaza pada Senin (22/1) . Kematian tersebut terjadi di tengah pertempuran sengit di sekitar kota selatan Khan Younis. Korban di pihak militer Israel kemungkinan besar akan meningkatkan tekanan domestik terhadap Benjamin Netanyahu atas kepemimpinan dan cara dia menangani upaya perang. (Menahem Kahana/AFP/CBS News/ The Guardian)
Jurnalis foto Palestina Motaz Azaiza keluar dari Gaza pada Selasa (23/1), setelah mengalami 108 hari serangan militer Israel di wilayah tersebut. Pemuda 24 tahun ini telah mendokumentasikan kehancuran yang menimpa kota kelahirannya sejak dimulainya perang terbaru Israel di Gaza sejak Oktober. “Mudah-mudahan saya segera kembali dan membangun Gaza lagi,” katanya dalam video di akun instagramnya. (The New Arab/ Al Jazeera/ MEMO)
Warga Palestina mencoba memadamkan api di sebuah gedung pusat pelatihan kejuruan UNRWA setelah menjadi sasaran tank Israel (24/1). Gedung tersebut digunakan para pengungsi sebagai tempat berlindung di Khan Younis, Jalur Gaza selatan (Ramez Habboub/AP)
Hamas memuji posisi Mesir terhadap ancaman Israel terkait Koridor Philadelphia, jalur darat antara Mesir dan Gaza (25/1). Mesir menolak upaya Israel untuk mengambil kendali keamanan di poros perbatasan, dan menganggap setiap tindakan ke arah ini sebagai “garis merah” yang akan mengarah pada “ancaman serius dan genting terhadap hubungan Mesir-Israel”. (Abed Zagout/ Anadolu/ MEMO)
Mahkamah Intrenasional memerintahkan Israel untuk mengambil tindakan yang mencegah genosida saat mereka melancarkan perang melawan Hamas di Jalur Gaza, namun tidak menyerukan gencatan senjata segera (26/1). Dalam keputusan tersebut, 15 dari 17 hakim di panel Mahkamah Internasional (ICJ) memilih tindakan darurat yang mencakup sebagian besar permintaan Afrika Selatan, dengan pengecualian memerintahkan penghentian aksi militer Israel di Gaza. (MEMO, Reuters)
Serangan Israel yang tiada henti terhadap infrastruktur di Gaza dan cuaca dingin segera membuat Gaza “sama sekali tidak dapat dihuni”, demikian peringatan kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR) pada Jumat (26/1). Sebagian besar warga Palestina di Jalur Gaza menjadi pengungsi akibat serangan Israel, dan mereka harus hidup berdesakan di tempat penampungan, di bawah ancaman cuaca yang memburuk, penyakit, serta kekurangan makanan, air, dan obat-obatan. (AFP/ Al Jazeera)
Beberapa daerah di Israel (Palestina yang dijajah) menyaksikan protes yang diikuti ribuan orang, menuntut pembubaran pemerintah dan pembebasan lebih dari 100 sandera (27/1). Daerah tempat demonstran berunjuk rasa adalah Yerusalem (Al-Quds), Haifa, Kaisarea, Kefar Sava (Kafr Saba), Rehovot (Zarnuqa) dan Beersheba. Ketika protes meningkat, Netanyahu mengkritik demonstrasi dengan mengatakan “tidak ada gunanya dan berkontribusi terhadap tuntutan Hamas”. (Ahmad Gharabli/ AFP/ Al Jazeera)
Pemakaman Islam di Gaza selatan dihancurkan Israel (27/1). Tengkorak tanpa gigi tergeletak di atas puing-puing berpasir dan berundak. Lingkungan Bani Suheila di kota Khan Younis di Gaza selatan, yang ditunjukkan tentara Israel kepada wartawan asing , telah dilenyapkan, diubah untuk pencarian terowongan bawah tanah Hamas oleh militer Israel. (Sam McNeil/ AP/ Politico)
Para delegasi pada konferensi Israel yang menyerukan pemukiman kembali warga Israel di Gaza diberikan permainan papan berjudul “Ayo Bangun Rumahmu di Gaza!” (28/1). Permainan ini memungkinkan para pemain untuk memetakan di mana mereka akan membangun rumah di Gaza setelah wilayah Palestina itu dihancurkan, dengan tata letak Gaza yang dipisahkan menjadi beberapa lingkungan berbeda dengan nama Ibrani dan penjelasan arti di balik nama lingkungan tersebut. (Orev Ziv/ MEE)
Sebuah video yang beredar memperlihatkan Pasukan komando Israel menyamar sebagai dokter dan pasien untuk menyusup ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin pada hari Senin (29/1) dan membunuh tiga pria Palestina, yakni Mohammad Jalamneh, serta dua bersaudara, yakni Basil dan Mohammad al-Ghazawi. Aurel Sari, profesor hukum publik internasional di Universitas Exeter di Inggris mengatakan hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum konflik bersenjata. (ABC News/ Washington Post/ QNN)
Sejumlah organisasi bantuan telah menyuarakan keprihatinan mendalam mereka mengenai situasi berbahaya yang terjadi di Gaza dan wilayah yang lebih luas setelah setidaknya 12 negara memutuskan untuk menunda atau menghentikan pendanaan mereka untuk UNRWA, lembaga PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina di seluruh Timur Tengah. “Keputusan ini diambil ketika Mahkamah Internasional memerintahkan tindakan segera dan efektif untuk memastikan penyediaan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.” (Ahmed Zaqout/ Anadolu/ MEMO)
Sekitar 50 jenazah pria, wanita, dan anak-anak Palestina ditemukan di bawah gundukan puing di halaman Sekolah Dasar Khalifa bin Zayed di Beit Lahia di Jalur Gaza utara (30/1). Jenazah tersebut berada di dalam kantong jenazah hitam yang diikat dengan kabel plastik bertuliskan abjad Ibrani dan ditemukan setelah pasukan Israel mundur dari daerah tersebut. (MEE)
Hingga akhir Januari (31/1) Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) telah kehilangan kontak dengan salah satu kru ambulansnya yang berusaha menyelamatkan Hind, gadis Palestina berusia enam tahun yang terjebak di dalam mobil bersama keluiarganya, yang diserang dan dikepung oleh pasukan Israel, di Kota Gaza pada Senin malam (29/1). Hind dilaporkan sebagai satu-satunya yang selamat dari serangan tersebut dan sedang menunggu tim penyelamat untuk mengevakuasinya. (The New Arab/ MEMO)
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








