• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Juli 1, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Activities

7 Upaya Seorang Da’i dalam Perjuangan Menerangi Al-Aqsa

by Adara Relief International
Januari 30, 2024
in Activities, International, Kegiatan, Syariah
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
7 Upaya Seorang Da’i dalam Perjuangan Menerangi Al-Aqsa
44
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram
Dr. Sajidah Abu Fares – Wakil Presiden GWCQP dan Presiden Koalisi Cendekiawan dan Advokat Perempuan Global

Mukadimah

7 Upaya Bagi Seorang Da’i dalam Perjuangan Menerangi Masjid Al-Aqsa — Sebagaimana yang sudah sering kita dengarkan bersama, inilah hadits pesan Rasulullah kepada Maimunah, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw., Wahai Rasulullah! Fatwakan kepada kami tentang Baitul Maqdis” Beliau saw menjawab, “ia adalah negeri mahsyar (dikumpulkan) dan mansyar (dibangkitkan). Datanglah kalian dan shalatlah kalian disana, karena satu kali shalat disana sama dengan seribu kali shalat di tempat lain”. Aku bertanya lagi, “bagaimana jika aku tidak mampu mendatanginya?” Beliau menjawab, “Kirimkan minyak untuk menyalakan lampu yang ada di dalamnya. Siapa yang melakukan hal itu maka ia seperti telah mendatanginya”. H.R Ibnu Majah

Maka saat ini seluruh upaya yang kita berikan turut memberikan ‘penerang’ dalam penjagaan Baitul Maqdis. Sekecil apapun upaya kita kerja-kerja kita di sini, ini akan menyempurnakan perjuangan mereka di sana.

Baca Juga

Berkat Sahabat Adara, Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa Telah Menjangkau Seluruh Indonesia

Koalisi Daiyah Gelar Konferensi Daiyah Nasional untuk Palestina

upaya daiyah Materi
Melakukan pembelaan, menerangi masjid Al Aqsa merupakan sebuah aksi dan amal yang harus direncanakan. Kita tidak boleh hanya menyampaikan apa yang ada di dalam kepala kita, kita perlu melalui persiapan yang matang — jangan seadanya. Bahkan seorang dai perlu memiliki rencana materi selama satu bulan. Berikut beberapa unsur atau upaya yang harus dijaga oleh para da’i dalam upaya menerangi Masjid Al Aqsa:

1. Memilih tema yang akan kita sampaikan
Apa yang akan kita sampaikan? Dari sisi mana akan membaha Al-Aqsa? Dari segi arsitekturnya? Tidak cukup hanya dengan bagian di Masjid Al Aqsa. Dalam materi Masjid Al Aqsa, kita juga perlu menyampaikan kabar gembira. Apa makna keluarga bagi keluarga Palestina, seberapa kuat makna takbir dan bagaimana takbir mampu menakuti Zionis.

Seorang daiyah harus memiliki perencanaan materi yang akan disampaikan kepada jamaahnya sebagaimana seorang guru mengajarkan muridnya secara bertingkat mulai dari huruf, kata, hingga kalimat. Semua harus terukur dan jelas.

2. Materi yang berkaitan dengan Baitul Maqdis tidak hanya satu sisi, karenanya kita membutuhkan spesialisasi; tafsir, hadits, fiqh dlsb
Dr Sajidah merupakan doktor hukum Islam (fiqh), ketika ia membahas keutamaan shalat di Masjid Al Aqsa maka ia akan mengaitkan hal ini dengan hadits seperti membahas keutamaan shalat di sana.

Manakah yang lebih utama? Shalat sendiri atau berjamaah? Jika diambil dari sisi perjuangan kemerdekaan maka shalat berjamaah lebih utama. Karena berjamaahnya umat Islam mampu menggetarkan Zionis. Maka mereka melaksanakan shalat dhuha berjamaah dan diposisikan dekat pintu tempat Zionis masuk untuk memberikan gertakan dan rasa takut kepada Zionis.

Baca juga Serukan Desakan Gencatan Senjata, Adara Gelar Webinar “Gaza Women: Live in Dignity, Die in Dignity”

3. Penyampaian materi harus integral
Penyampaian mengenai Baitul Maqdis harus diangkat dari berbagai sudut pandang, disesuaikan dengan audiens. Dr Sajidah pernah mengisi kajian pada panti jompo yang cukup besar di Yordan, penghuninya bukan dari kalangan orang-orang agamis. Kemudian Dr Sajidah memberikan tantangan pada dirinya sendiri untuk memberikan kajian mengenai Baitul Maqdis, bukan persiapan menghadapi kematian sebagaimana tema yang biasa diberikan untuk audiens Panti Jompo pada umumnya.

Beliau menggiring pembahasan Baitul Maqdis dengan tema: Sebagai seorang yang beriman, kita harus mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengikat hati kita kepada rumah-rumah Allah, dan rumah Allah ialah masjid. Salah satunya ialah Baitul Maqdis. Dengan upaya ini maka seharusnya seluruh aspek pendidikan dan pengetahuan dapat disisipkan dengan kajian tema Baitul Maqdis.

upaya daiyah

Baca juga Ahmad Manasra, Anak Palestina yang Terpaksa Menjadi Dewasa di Balik Dinginnya Sel Penjara Israel

4. Dai yang mengemban risalah Islam dengan ‘cap’ Baitul Maqdis
Di dalam CV saat kita akan mengisi materi, harus ada stemple cap Baitul Maqdis. Misal ‘aktivis Palestina’. “Tidak ada manusia, da’i yang Allah angkat derajatnya kecuali ada perjuangan pembebasan Baitul Maqdis di dalamnya”. Karenanya ‘cap’ Baitul Maqdis harus melekat pada diri kita.

5. Seorang dai harus berinteraksi dengan masyarakat
Di dalam masyarakat ada yang memiliki pemahaman sedikit adapula yang memiliki banyak pemahaman perihal palestina. Tugas kita adalah menarik jamaah kita untuk menyeru pada Baitul Maqdis, dengan ini kita membawa mereka untuk mengerti, dan semakin paham mengenai Baitul Maqdis. Jika seorang dai dalam sepekan tidak bisa menyuarakan kepedulian terhadap Palestina dan mengajak pada donasi (memberikan minyak, hadits Maimunah) untuk palestina maka ia adalah seorang muqasir (tidak melaksanakan tugas dengan baik). Karena tugas da’I adalah menjadi washilah dari bumi ke langit dan Baitul Maqdis adalah salah satu washilah mengetuk pintu langit.

6. Seorang dai harus menjadi contoh bagi sekitarnya
Sebelum kita menyuruh jamaah untuk berdonasi, kita harus berdonasi lebih dulu. Jadilah qudwah yang baik, dan jangan meminta (tangan di bawah) kecuali untuk para pejuang kemerdekaan. Meskipun tangan di bawah tidak baik, tapi jika kita mengulurkan tangan dalam rangka membantu perjuangan kemerdekaan Baitul Maqdis, maka ini bukan lagi tangan di bawah, namun tangan di atas yang membawa kemuliaan.

upaya daiyah

7. Peristiwa Badai Al Aqsa memiliki pengaruh yang sangat besar.
Maka momen ini jangan sampai luput dan kita biarkan berlalu begitu saja. Kita harus menambah pengetahuan kita dengan mencari dan mengabadikan peristiwa-peristiwa yang terjadi disebabkan oleh Badal Al Aqsa. Sudah seharusnya kita menginventarisir, mencatat peristiwa apa saja yang terjadi, bagaimana respon orang Indonesia? Apa yang penduduk Syam lakukan setelah terjadinya Badai Al Aqsa? Bagaimana respon orang lain menyaksikan ini? Momen-momen ini kita catat dan kita olah (analisa) untuk kita sampaikan kepada jamaah kita.

Misal kisah seorang dokter, sewajarnya seorang dokter pasti merasa sangat sedih ketika melihat pasiennya kesakitan. Namun sejak 7 Oktober, ia berkata “Sabar, kamu baik-baik saja. Ini memang sakit, namun di luar sana ada orang lain yang lebih menderita. Mereka tidak memiliki obat bius, tidak ada peralatan yang steril”. Ia serap kejadian Badai Al Aqsa yang berlangsung dan ia suarakan sebagai penguat bagi para pasiennya.

Wallahu a’lam bishawab

Disampaikan oleh Dr Sajidah Abu Fares dalam pelantikan Koalisi Daiyah Indonesia untuk Al-Quds dan Palestina

Tags: daidawahislamwomen
ShareTweetSendShare
Previous Post

Adara Gandeng Beberapa Lembaga dan ORMAS Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji di Gaza

Next Post

6 Prinsip Beramal untuk Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Pembagian poster Satu Rumah Satu Aqsa pada agenda KOLAK Ramadhan di Lampung.
A

Berkat Sahabat Adara, Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa Telah Menjangkau Seluruh Indonesia

by Marketing Communication
Juni 30, 2026
0
18

JAKARTA — Dukungan Sahabat Adara terus menghadirkan manfaat bagi gerakan edukasi kepalestinaan di Indonesia. Berkat dukungan Sahabat Adara, Adara Relief...

Read moreDetails
Koalisi Daiyah Gelar Konferensi Daiyah Nasional untuk Palestina

Koalisi Daiyah Gelar Konferensi Daiyah Nasional untuk Palestina

Juni 29, 2026
21
Adara hadir dalam FGD Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Kantor MUI Pusat, Kamis (26/6).

Adara Hadiri FGD Kongres Umat Islam Indonesia 2026, Diskusikan Strategi Geopolitik dan Dunia Islam

Juni 27, 2026
38
Maryam dan Latifah menghadiri Rapat Evaluasi GPCI dan Rapat Koordinasi Next Movement di Aula DT Peduli Bandung, pada Jumat (26/6).

GPCI Siapkan Langkah Lanjutan untuk Membuka Blokade Gaza

Juni 26, 2026
23
Muharram Berbagi: Adara Bantu Ibu Tunggal Penuhi Kebutuhan Keluarga

Muharram Berbagi: Adara Bantu Ibu Tunggal Penuhi Kebutuhan Keluarga

Juni 26, 2026
33
TFT Kepalestinaan sekaligus Tabligh Akbar oleh Ustadzah Maryam di Palu, Sulawesi Tengah (15/5).

Adara dan Salimah Perkuat Jaringan Edukasi Palestina di Seluruh Indonesia

Juni 25, 2026
37
Next Post
6 Prinsip Beramal untuk Palestina

6 Prinsip Beramal untuk Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 150 Keluarga di Al Quds

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630