Pada Ahad (26/11), kelompok pejuang Palestina dan Israel terlibat dalam pertukaran tawanan ketiga yang melibatkan pembebasan 39 tawanan Palestina dari penjara Israel, sementara 13 tawanan Israel dibebaskan oleh kelompok pejuang Palestina. Pertukaran tersebut terjadi selama tiga hari berturut-turut selama gencatan senjata.
Banyak tawanan Palestina yang dibebaskan dalam beberapa hari terakhir mengatakan kepada media bahwa perlakuan yang mereka terima sudah melewati batas kemanusiaan. “Keadaan di penjara sangat sulit dan ini adalah penghinaan. Kami tidak memiliki apa-apa dan dilarang dari melakukan apa pun. Saya berharap semua tawanan akan dibebaskan,” kata Omar al-Atshan, yang ditangkap pada usia 15 tahun, kepada Al Jazeera setelah dibebaskan.
Di Beitunia, warga Palestina juga berkumpul untuk malam perayaan. Namun, pasukan Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata hingga melukai tiga orang, termasuk anak berusia 15 tahun dan 18 tahun.
Sejauh ini kelompok pejuang Palestina telah melepaskan 13 tawanan Israel, termasuk sembilan anak-anak, dan empat warga asing. Joe Biden menyebut seorang anak perempuan Israel-Amerika berusia empat tahun, yang orang tuanya tewas pada 7 Oktober, juga dibebaskan.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








