Setelah agresi Israel yang menghancurkan terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, jumlah korban tewas meningkat menjadi sedikitnya 11.208 orang, dan lebih dari 29.500 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan dalam pembaruan malam ini.
Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah kematian di Jalur Gaza telah mencapai 11.025, sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat juga melonjak menjadi 183. Selain itu, kementerian mengatakan, 27.000 warga Palestina terluka di Gaza, dan hampir 2.500 orang terluka. lainnya di Tepi Barat.
Pada tanggal 29 Oktober, kata kementerian tersebut, dilaporkan bahwa sekitar 2.700 warga Palestina, termasuk setidaknya 1.500 anak-anak hilang, yang mungkin terjebak atau mati di bawah reruntuhan.
Dari 35 rumah sakit di Gaza, 19 rumah sakit saat ini tidak berfungsi karena kampanye pengeboman Israel dan menipisnya cadangan bahan bakar. Kekurangan bahan bakar membuat dokter tidak punya pilihan selain melakukan operasi tanpa anestesi yang tepat, termasuk mereka yang terluka dalam serangan udara dan wanita yang menjalani operasi caesar.
Sejak 7 Oktober, pihak berwenang Israel telah melarang pasien di Gaza meninggalkan wilayah tersebut untuk mencari perawatan di rumah sakit di Yerusalem dan di wilayah yang dijajah tahun 1948, termasuk sekitar 2.000 pasien yang menderita kanker.
Sumber :
https://english.wafa.ps
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








