Petenis Tunisia, Ons Jabeur menangis ketika dia berbicara tentang anak-anak Gaza. Jabeur akan menyumbangkan sebagian dari hadiah uangnya kepada warga Palestina yang telah menderita akibat agresi penjajah Israel selama hampir satu bulan. Jabeur yang tampak emosional menahan air mata saat dia berbicara di lapangan setelah kemenangannya atas Marketa Vondrousova di Cancun pada hari Rabu (1/11).
Jabeur merupakan petenis peringkat tujuh dunia. Usai kemenangannya atas Marketa Vondrousova di babak penyisihan grup final WTA 2023, ia menyatakan akan mendonasikan sebagian uang hadiahnya untuk Palestina. “Saya sangat senang dengan kemenangan ini, namun akhir-akhir ini saya kurang bahagia, sejujurnya. Situasi di dunia tidak membuatku bahagia,” ujar Jabeur, Kamis (2/11). Jabeur kemudian menangis mengingat anak-anak Palestina di Gaza yang menjadi korban perang. Ribuan anak-anak tidak berdosa itu telah dibunuh oleh bom Israel.
“Sangat sulit melihat anak-anak dan bayi meninggal setiap hari. Ini memilukan. Jadi, saya memutuskan untuk menyumbangkan sebagian dari hadiah uang saya untuk membantu rakyat Palestina. Saya tidak bisa bahagia dengan kemenangan ini, dengan apa yang terjadi. Maaf teman-teman, (saya tahu) ini seharusnya tentang tenis, tapi melihat video (kematian) setiap hari betul-betul membuat frustrasi. Saya ingin perdamaian di dunia ini dan itu saja,” ujar Jabeur.
Jabeur adalah satu-satunya pemain Arab dan Muslim yang lolos ke final Grand Slam tunggal putri. dia mengatakan memenangkan pertandingan tenis “tidak berarti apa-apa mengingat apa yang telah terjadi selama berminggu-minggu [di Gaza]”. Setidaknya 8.796 orang, termasuk 3.648 anak-anak dan 2.290 wanita terbunuh di Gaza akibat pengeboman Israel sejak 7 Oktober.
“Saya berharap bisa mengayunkan tongkat ajaib untuk mengakhiri ini dan memberikan kedamaian bagi semua orang.” Meskipun berjanji untuk menyumbangkan sebagian dari hadiah uangnya kepada warga Palestina, Jabeur mengatakan dia tahu bahwa hal itu “tidak akan berarti apa-apa bagi mereka saat ini” tetapi berharap hal itu akan sedikit membantu setelah apa yang mereka alami.
Video Jabeur diduga memicu kemarahan Israel yang menuntut Federasi Tenis Internasional dan Asosiasi Tenis Perempuan menghukum juara Tunisia tersebut karena dukungannya terhadap rakyat Palestina. Israel menuduh Jabeur mendukung “organisasi teroris.” Namun, Kementerian Pemuda dan Olahraga Tunisia menyatakan dukungan penuhnya terhadap Jabeur. Kementerian menekankan dukungan penuh dan tanpa syarat untuk semua atlet Tunisia yang mendukung perjuangan Palestina.
Jabeur membuat sejarah pada Juni 2021. Dia menjadi perempuan Arab pertama yang memenangkan turnamen WTA, mengalahkan Daria Kasatkina dari Rusia di final Birmingham Classic.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








