Pasukan penjajah Israel tetap menutup semua pos pemeriksaan di Al-Quds (Yerusalem) yang dijajah dan di seluruh Tepi Barat selama tiga hari berturut-turut, lapor kantor berita Wafa. Membatasi pergerakan seluruh warga Palestina, pasukan Israel telah menutup pos pemeriksaan utama Qalandia yang menghubungkan Tepi Barat bagian utara yang dijajah ke Al-Quds, dan semua pos pemeriksaan Betlehem yang menghubungkan Tepi Barat bagian selatan ke Al-Quds.
Selain itu, pos pemeriksaan di kamp pengungsi Shuafat, Beit Iksa, dan Al-Jib, yang terletak di sekitar Al-Quds, masih tidak dapat diakses. Menurut Wafa, pasukan Zionis Israel juga telah mencegah warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa sejak Senin dini hari, dan hanya mengizinkan orang lanjut usia untuk memasuki masjid. Sementara itu, ekstremis Israel, yang didampingi oleh pasukan bersenjata penjajah Israel, terus diizinkan masuk ke kompleks masjid suci umat Islam tersebut sejak pagi.
Kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengutuk penggunaan hukuman kolektif yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina, yang merupakan kejahatan perang. Pasukan militer Israel telah memberlakukan penutupan menyeluruh di Tepi Barat sejak menyatakan diri mereka dalam keadaan perang setelah kelompok perlawanan Palestina melancarkan ‘Operasi Badai Al-Aqsa’ pada Sabtu pagi (7/10).
Sebagai pembalasan, tentara Israel melancarkan Operasi Pedang Besi melawan kelompok tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kita sedang “berperang.” Dia meminta warga sipil Palestina di Gaza untuk pergi karena militer Israel akan mengubah “semua tempat persembunyian kelompok itu menjadi puing-puing.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








