Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait konflik Palestina-Israel. Dalam pernyataannya, Jokowi dengan tegas menyampaikan seruan penting kepada dunia internasional dalam menghadapi eskalasi konflik di wilayah Israel-Palestina. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan, Presiden Joko Widodo mendesak agar perang dan tindakan kekerasan segera dihentikan.
“Indonesia mendesak agar perang dan tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari makin bertambahnya korban manusia dan hancurnya harta benda karena eskalasi konflik dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang lebih besar,” ucap Presiden pada Selasa (10/10).
Selain itu, Presiden juga mendorong agar akar permasalahan yang menimbulkan konflik Palestina dan Israel segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati PBB. “Akar konflik tersebut yaitu pendudukan wilayah Palestina oleh Israel harus segera diselesaikan sesuai dengan parameter yang sudah disepakati PBB,” tambahnya.
Lebih lanjut, Presiden telah meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi serta kementerian/lembaga terkait untuk segera mengambil tindakan cepat untuk melindungi WNI di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang menyiapkan rencana kontingensi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dengan beberapa skenario situasi. Skenario tersebut mencakup kemungkinan mengevakuasi WNI melalui negara-negara terdekat Palestina, yaitu Yordania, Lebanon, dan Mesir.
“Saat ini pemerintah melalui KBRI Amman, KBRI Beirut, dan KBRI Kairo sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevakuasi WNI yang berada di wilayah Palestina, khususnya 10 orang WNI yang berada di Jalur Gaza,” kata Juru Bicara Kemenlu Lalu Muhamad Iqbal.
Berdasarkan data Kemenlu, tercatat 45 WNI berada di Palestina, 10 orang di antaranya di Jalur Gaza yang menjadi pusat sasaran serangan udara militer Israel. Selain puluhan WNI tersebut, terdapat sebanyak 230 WNI yang sedang melakukan wisata keagamaan di berbagai titik di wilayah Palestina yang dijajah (Israel). Hingga saat ini, tidak ada laporan WNI yang menjadi korban.
Kementerian Luar Negeri RI sendiri telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel. Imbauan ini diberikan sebagai respons atas situasi keamanan terakhir yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, disebutkan, “Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, Pemerintah Indonesia mengimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut,” tulis Kemlu RI, melalui situs resminya, Selasa (10/10).
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








