Sekolah-sekolah di Desa Burqa, yang terletak di barat laut kota utara Tepi Barat, Nablus, menghadapi penutupan sejak Senin (2/10). Tindakan ini menyusul serangan Israel pada malam sebelumnya dan penutupan jalan-jalan desa. Pejabat Gubernur Nablus, Ghassan Daghlas membuat pengumuman tersebut dengan alasan khawatir akan keselamatan para siswa dan guru. Daghlas, yang mengawasi wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menunda kelas merupakan upaya bersama antara kantornya dan kantor Kementerian Pendidikan Palestina setempat. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan perlindungan siswa dan guru setelah serangan Israel di desa tersebut.
Dalam penggerebekan yang terjadi pada malam hari, seorang anak terluka terkena peluru tajam, sementara seorang lainnya terluka terkena pecahan peluru. Selain itu, puluhan warga desa mengalami trauma dan masalah kesehatan akibat menghirup gas air mata beracun yang ditembakkan oleh tentara Israel di kawasan permukiman. Pasukan Israel kemudian mengisolasi desa Burqa. Mereka menutup semua akses jalan menggunakan gundukan tanah dan balok semen, sehingga secara efektif mencegah pergerakan masuk atau keluar desa.
Penutupan sekolah-sekolah di Burqa terjadi akibat serangan Israel yang sedang berlangsung dan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut. Pihak berwenang bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan penduduknya selama masa-masa sulit seperti ini. Sementara itu, warga dengan cemas menunggu kabar kapan mereka dapat melanjutkan rutinitas sehari-hari dengan normal kembali.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








